Resign dari PNS, Kini Sukses Miliki 7 Outlet Berbisnis Ayam Bakar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Puspo Wardoyo dengan produk “Ayam Bakar Wong Solo”. SP/ SBY
Puspo Wardoyo dengan produk “Ayam Bakar Wong Solo”. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pendiri sekaligus pemilik dari rumah makan Ayam Bakar Wong Solo adalah Puspo Wardoyo sudah menekuni bisnis ayam bakar sejak tahun 1986.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di UNS Solo, Puspo Wardoyo diterima sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) dengan jabatan sebagai guru pendidikan seni di SMA Negeri 1 Blabak Mutilan. Namun secara mendadak, ia memutuskan untuk berhenti menjadi PNS dan pulang kampung ke Solo dan banting setir menjadi pedagang ayam bakar, Rabu (19/5/2021).

Bagi Puspo, usaha ayam bakar merupakan wasiat dari ayahnya sebelum meninggal. Lama kelamaan, warung ayam bakar milik Puspo Wardoyo mulai berkembang. Dalam sehari ia mampu menjual 3-4 ekor ayam. Ini dilakukannya selama satu tahun tanpa bantuan Istrinya sebab Istrinya diterima bekerja sebagai Dosen di Politeknik UNS Medan.

Puspo kemudian bertemu dengan perantau yang baru pulang dari Medan, Perantau tersebut yang juga berprofesi sebagai pedagang makanan bercerita bahwa di Medan Dagangannya dengan cepat bisa terjual habis apalagi peluang bisnis ayam bakar disana masih sangat besar.

Setelah itu Puspo wardoyo kemudian menyerahkan usaha ayam bakarnya di Solo kepada temannya Ia kemudian berangkat ke Medan. Di Sumatera Utara, ia terlebih dahulu menjadi guru sekolah dari tahun 1989 hingga 1991 di daerah Bagan Siapi-api demi mengumpulkan modal untuk usaha.

Seiring waktu, pendapatannya terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga pada waktu itu ia sanggup menghasilkan 350 ribu rupiah dalam sehari. Selanjutnya ia mulai menyisihkan 10% keuntungannya di bidang sosial.

Puspo Wardoyo sempat membuat heboh dengan berani merogoh koceknya dengan membiayai ‘Poligami Award’ hingga 2 milyar rupiah. Langkah Puspo itu membuat namanya meroket melebihi popularitas Ayam Bakar Wong Solo miliknya.

Banyak pihak terutama kaum wanita yang menentang Puspo Wardoyo. Bahkan hingga istri presiden KH Abdurrahman Wahid kala itu yakni ibu Shinta Wahid ikut memboikot Warung Ayam Bakar milik Puspo Wardoyo.

Namun itulah Puspo Wardoyo, mungkin baginya pers, gosip serta kontroversi adalah iklan yang murah berkaca pada pengalamannya sebelumnya. Meskipun banyak yang mengira Ayam bakar Wong Solo milik Puspo wardoyo bangkrut namun hingga saat ini restorannya masih terus beroperasi.

Hingga kini Ayam Bakar Wong Solo sudah memiliki puluhan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan di Malaysia yang kini berjumlah 7 outlet.

Ayam Bakar Wong Solo pun sudah berubah menjadi francise dengan ribuan karyawan di bawah kendali Wong Solo Group. Puspo Wardoyo pun dikenal sebagai pelopor waralaba ayam bakar di Indonesia dan pemilik francise tertua di Indonesia yaitu Ayam Bakar Wong Solo. Dsy5

Berita Terbaru

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai bagian dari duka atas tragedi kecelakaan pekerjaan yang menewaskan 4 karyawan dan 3 lainya masih perawatan, semua karyawan…

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemkot Madiun ingin memperjelas peran forum yang mengoordinasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk itu, Pemkot m…