2 Warga Sedayu Surabaya Meninggal Pasca Divaksin

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana dirumah duka. SP/Anggadia Muhammad
Suasana dirumah duka. SP/Anggadia Muhammad

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Warga Kota Surabaya dikejutkan dengan kabar bahwa terdapat dua warga Sedayu, Surabaya yang meninggal pasca vaksinasi yang digelar di Balai RW 3 Jl Sedayu, Kecamatan Krembangan, Surabaya pada Senin (7/6/2021) kemarin sekitar pukul 08.00 WIB. 

Kedua korban bernama Jusandi dan Suparno sama sama meninggal di malam hari pasca menerima vaksin di hari yang sama. Untuk diketahui, kedua korban berumur dibawah 60 tahun. 

Menurut informasi, Jusandi memang memiliki komorbid yang berhubungan dengan gula darah sedangkan untuk Suparno, berdasarkan keterangan keluarga tidak ada sakit. 

Stevanus Kristian selaku anak pertama dari Jusandi menyampaikan bahwa ayahnya memang memiliki penyakit bawaan. 

"Bapak ada diabet, waktu di vaksin itu ga ada tes gula darah hanya ada tes tekanan darah. Waktu diperiksa normal, detak jantungnya normal, mungkin bapak waktu ditanyain ya ndak jujur. Entah gula darahnya lagi turun atau normal kan kita gatau. Harusnya kan tetap dilakukan pemeriksaan", ujar Kristian. 

Ia menambahkan bahwa Jusandi sempat dibawa ke Rumah Sakit Soewandhi. 

"Senin pagi vaksin, malamnya lemas kemudian jam 10 malam diajak ke RS Soewandhie, kemudian jam 1 udah gak ketolong," terangnya saat dikonfirmasi di kediamannya, Selasa (15/6/2021).

Lain halnya dengan Jusandi, Parno mengeluhkan dadanya sakit pasca divaksin. Selain itu menurut keluarga, Parno juga tidak memiliki penyakit bawaan. 

"Ga ada sakit mas, cuman setelah vaksin itu ngeluh dadanya sakit", ujar pihak keluarga. 

Parno ditemukan meninggal dalam kondisi sedang tertidur, keluarga pun ta dapat memastikan jam pasti Parno menghembuskan nafas terakhir. 

"Kita taunya pagi habis subuh sudah meninggal", ujarnya. 

Surabaya Pagi berusaha mencari tahu vaksin apa yang digunakan kepada kedua korban dengan mengkonfirmasi Aksi Adi Santosa (56) Ketua RT 5 RW 3 Sedayu.

Surabaya Pagi juga mengecek surat vaksinasi tahap pertama. Namun, Adi hanya dapat menunjukkan surat yang berbeda. Di surat tersebut hanya tertera identitas dan bukti vaksinasi saja, tak ada keterangan jenis vaksin apa yang telah disuntikkan.

"Surat vaksin memang diserahkan RT. Dikoordinasi RW dan RT, supaya tidak berkerumun. Jadi yang membagi RT. Kita sudah informasikan untuk keluhan sampaikan ke dokter, terus terang konsumsi obat apa, sakitnya apa, terbuka saja," tuturnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Puskesmas Krembangan Selatan dr. Satria mengatakan bahwa kasus dua orang tersebut akan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. 

"Saya ga berani jawab lebih karena berhubungan dengan data pasien, yang jelas kami akan laporkan ke Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk mengetahui lebih lanjut", Ujar dr. Satria saat ditemui Surabaya Pagi Selasa, (15/6). 

Surabaya Pagi mengkonfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita via pesan Whatsapp. Tetapi ia melemparkan kepada Humas Pemkot Kota Surabaya. 

"Sudah saya sampaikan ke Humas, langsung saja ke Humas", ujar Febria. 

Selanjutnya, Surabaya Pagi juga menghubungi Febri Adhitya Prajatara selaku Humas Pemkot Surabaya. Ia hanya menjelaskan dengan singkat via chat WhatsApp. 

"Serangan jantung mas", ucap Febri. 

Hingga berita ini ditulis, Surabaya Pagi masih mendalami vaksin jenis apa yang disuntikan kepada korban. ang/cr4/ham

Berita Terbaru

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Pemkab Ponorogo Tambah Anggaran Rp14,85 Miliar

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Pemkab Ponorogo Tambah Anggaran Rp14,85 Miliar

Minggu, 20 Sep 2026 11:28 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Guna memperkuat kesiapsiagaan penanganan bencana dan kebutuhan darurat lainnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, telah…

Karhutla Telah Padam, Taman Wisata Kawah Ijen Masih Ditutup Sementara

Karhutla Telah Padam, Taman Wisata Kawah Ijen Masih Ditutup Sementara

Minggu, 20 Sep 2026 11:15 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 11:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Kendati kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah padam sejak awal September lalu, namun Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen…

Dampingi Program Kampung Pancasila, Pemkot Surabaya Libatkan 102 Kampus

Dampingi Program Kampung Pancasila, Pemkot Surabaya Libatkan 102 Kampus

Minggu, 20 Sep 2026 10:57 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka untuk mendukung program Kampung Pancasila di 1.360 rukun warga di wilayah setempat, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya…

Empat Pekerja PT SPS Meninggal Dunia, Manajemen Buka Suara dan Sampaikan Duka Cita

Empat Pekerja PT SPS Meninggal Dunia, Manajemen Buka Suara dan Sampaikan Duka Cita

Minggu, 20 Sep 2026 10:55 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 10:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sudah empat pekerja di PT Superior Prima Sukses Tbk meninggal dunia, atas insiden ledakan di ruang pengendapan pabrik yang…

Kekeringan Ekstrem, Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Pemprov Selamatkan Sawah Sebelum Puso

Kekeringan Ekstrem, Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Pemprov Selamatkan Sawah Sebelum Puso

Minggu, 20 Sep 2026 09:46 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 09:46 WIB

“Angka lahan yang sudah puso itu harus menjadi peringatan. Jangan sampai kita baru bergerak ketika tanaman sudah tidak bisa diselamatkan.…

Remaja 14 Tahun Tewas Tenggelam saat Menyeberangi Sungai untuk Memancing di Ponorogo

Remaja 14 Tahun Tewas Tenggelam saat Menyeberangi Sungai untuk Memancing di Ponorogo

Sabtu, 19 Sep 2026 23:39 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 23:39 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo — Seorang remaja berusia 14 tahun, Ilham Tazali, tewas tenggelam di Sungai Kedung Galok, Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten P…