Komisi D Minta Perawatan Jalan Ponorogo - Pacitan Ditangani Serius

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 19 Mei 2022 19:50 WIB

Komisi D Minta Perawatan Jalan Ponorogo - Pacitan Ditangani Serius

i

Anggota Komisi D Surawi (batik biru), Wakil Ketua Edi Paripurna dan Heri Romadhon (kanan) saat kunjungan di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Madiun, Rabu (18/5).

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Komisi D DPRD Jatim mencatat ada sejumlah titik jalan provinsi di Pacitan – Ponorogo dalam kondisi kritis dan sudah lama. Hanya saja ada sejumlah kendala dalam penanganan jalan kritis ini.

“Yang pertama hingga saat ini belum ada desain perbaikan jalan. Selain itu kendala lainnya adalah terkait anggaran yang minim,” ujar Surawi Anggota Komisi D DPRD Jatim saat melakukan kunjungan dengan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Madiun, Rabu (18/5). 

Baca Juga: Diskusi Panel BUMD Outlook 2025 Hasilkan Sejumlah Gagasan Produktif

Politisi Partai Demokrat ini menambahkan jika hal ini tidak ditangani secara serius maka akan sangat membahayakan. Lebih lanjut Surawi mengatakan jika penanganan jalan kritis ini dilakukan sepotong-sepotong juga tidak menyelesaikan masalah. 

“Maka usulan kami agar dibuat desain yang menyeluruh. Jika perlu multiyear kontrak agar bisa tuntas. Anggarannya memang besar kalau memang mau selesai. Karena ini kondisi jalan Pacitan – Ponorogo ini sangat kritis,” jelasnya. 

Surawi mengatakan berdasarkan keterangan Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Madiun Agus Sutanto, yang menjadi persoalan saat ini adalah hingga saat ini desain itu belum ada pilihan.

Baca Juga: Tangki Pertamina Bocor, Pj Gubernur dan DPRD Minta Pertamina SKK Migas Tanggung Jawab

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama baik Dinas PU Bina Marga maupun Komisi B DPRD mendorong percepatan pembangunan itu supaya tidak menjadi lebih parah,” katanya.

Menurutnya karena ini jalan provinsi yang menjadi tanggung jawab provinsi. Akan tetapi harus ada upaya untuk mencari diskresi sumber dana bisa melalui bantuan APBN atau melalui hibah jalan daerah. 

“Yang jelas kita harus mencari solusi agar itu tidak semakin kritis. Ini tidak bisa kita biarkan berlarut-larut kasihan masyarakat nanti yang menjadi korban. Kami mengapresiasi penanganan yang dilakukan UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Madiun, tetapi harus diketahui anggarannya sangat terbatas tidak cukup memadai dengan kondisi jalan yang ada,” terangnya.

Baca Juga: Komisi B DPRD Jatim Lanjutkan Pembahasan Raperda Industri Hasil Tembakau

Sementara itu Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Madiun Agus Sutanto mengatakan sebenarnya untuk anggaran jalan Ponorogo – Pacitan belum bisa menghitung karena hingga saat ini desainnya belum ada. Ia mengaku saat ini berupaya agar jalan tersebut bisa dilalui dua arah. 

“Dalam waktu dekat informasi dari Dinas PU Bina Marga desainnya sudah selesai. Sebenarnya upaya yang kami lakukan adalah mendatangkan ahli desain dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Persoalan lainnya adalah sejauh ini jalan kritis Ponorogo – Pacitan ini adalah tanah gerak, sehingga kami terus melakukan penimbunan setiap dua minggu sekali karena ada penurunan jalan sekitar 30 cm. Kalau ditotal dari 2019 sampai sekarang kami sudah melakukan penimbunan sudah 4 meter,” pungkas anggota Fraksi Partai Demokrat ini. rko

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU