Anggaran Penanggulangan DBD Kabupaten Mojokerto Dipangkas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto – Kembali maraknya penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Mojokerto tak dibarengi dengan gencarnya anggaran penanggulangan. 

Pasalnya, anggaran yang dialokasikan penanganan kasus yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut tahun ini menurun.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Agus Dwi Cahyono mengatakan, anggaran penanganan DBD yang bersumber dari APBD tahun ini dikepras. Penanganan kasus DBD hanya digerojok anggaran sebesar Rp 150 juta. Padahal, tahun lalu plotting anggaran untuk kasus tersebut nilainya mencapai Rp 353,5 juta.

 ’’Iya, plotting tahun ini anggaran yang dialokasikan untuk DBD turun 50 persen dibandingkan tahun lalu,’’ ujarnya.

Mantan Kepala Puskesmas Pungging ini menyebut, berkurangnya anggaran itu lantaran proses fogging di desa-desa, tak lagi ditangani secara langsung oleh Dinkes. Melainkan, dilakukan langsung oleh puskesmas pasca mendapatkan laporan kasus dari warga. Sebab, tahun lalu 27 puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan sudah diberikan alat fogging.

 ’’Sehingga, mulai tahun ini Dinkes tidak lagi melakukan fogging ke desa-desa. Sebab langsung ditangani oleh puskesmas,’’ imbuh Agus.

Alokasi anggaran sebesar Rp 150 juta tersebut, lanjut Agus, digunakan untuk peningkatan kapasitas petugas DBD puskesmas, pendampingan terhadap pasien DBD serta belanja ketersediaan obat fogging. Dia memastikan, anggaran yang minim ini bisa digunakan selama setahun. ’’Fokusnya belanja kebutuhan Malathion untuk obat fogging dan monev untuk pasien DBD,’’ sebut dia.

Dikatakannya, Kabupaten Mojokerto sendiri termasuk dalam wilayah endemik nyamuk pembawa DBD. Hanya dua kecamatan yang tidak endemik, yakni Kecamatan Pacet dan Trawas. Suhu dingin di dua kecamatan itu dinilai tak mendukung perkembangbiakan jentik nyamuk.

’’Sisanya, 16 kecamatan, sangat potensial bagi pertumbuhan jentik,’’ paparnya. Selama 2022 sendiri, kasus DBD yang tercatat di Dinkes Kabupaten dilaporkan menembus 176 kasus.

Lebih lanjut, Agus kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Sebab menurutnya, tanpa kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, upaya pencegahan dan edukasi yang mereka berikan akan terkesan percuma dan sia-sia.

’’Berapapun anggaran yang disiapkan, tidak akan pernah cukup jika masyarakat tidak peduli dengan kebersihan lingkungan di sekitarnya,’’ pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus demam berdarah dengue (DBD) di kabupaten mulai mengkhawatirkan. Saat ini, sebanyak lima warga Desa Kupang, Kecamatan Jetis menjalani perawatan di RSUD RA Basoeni akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Kepala Puskesmas Kupang Imam Ajib Ispurnawah mengatakan, sejak sepekan terakhir, pihaknya mendapatkan laporan terdapat lima warga dinyatakan positif DBD. Satu diantaranya masih anak-anak. ’’Semuanya sudah dirawat di RSUD RA Basoeni, hasil pemeriksaan positif DBD. Satu warga masih usia anak-anak,’’ ujarnya.

Dengan maraknya penyebaran penyakit itu, membuat pihaknya mengambil langkah antisipatif. Yakni dengan melakukan pengasapan di lingkungan tersebut. Sejumlah kawasan yang berpotensi menjadi titik penyebaran kasus DBD di-fogging. Tak hanya itu, pengasapan juga menyasar seluruh rumah warga. 

’’Kami koordinasi dengan pemdes setempat dan dibantu babinsa untuk melakukan fogging sebagai tindak antisipasi. Supaya kasus DBD di kawasan tersebut tidak menyebar lebih banyak,’’ ungkapnya. Dwi

Berita Terbaru

Selangkah Lagi! Program ATM Beras Tahun 2026 Siap Beroperasi Tiga Hari Lagi

Selangkah Lagi! Program ATM Beras Tahun 2026 Siap Beroperasi Tiga Hari Lagi

Senin, 13 Apr 2026 23:55 WIB

Senin, 13 Apr 2026 23:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri akan kembali mendistribusikan bantuan beras kepada masyarakat melalui ATM Beras pada Kamis (16/4).…

Pemkot Kediri Terapkan Skema WFH 40 Persen ASN, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

Pemkot Kediri Terapkan Skema WFH 40 Persen ASN, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

Senin, 13 Apr 2026 23:51 WIB

Senin, 13 Apr 2026 23:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri resmi memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat, mulai…

KPK Dalami Relasi dengan Maidi, Faizal Rachman: Saya Hanya Jawab yang Saya Tahu

KPK Dalami Relasi dengan Maidi, Faizal Rachman: Saya Hanya Jawab yang Saya Tahu

Senin, 13 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 13 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Faizal Rachman, pengusaha Event Organizer  yang diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku hanya dimintai keterangan t…

Merawat Harapan di Hari Kartini, Srikandi PLN Kembali Gelar Posyandu Disabilitas di Malang

Merawat Harapan di Hari Kartini, Srikandi PLN Kembali Gelar Posyandu Disabilitas di Malang

Senin, 13 Apr 2026 17:31 WIB

Senin, 13 Apr 2026 17:31 WIB

SurabayaPagi, Malang — Dalam rangka menyambut Hari Kartini, Srikandi PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Malang berkolaborasi dengan Yayasan Bersama Anak Bangsa …

DBMCKTR: Menunggu Penghitungan Retribusi, Izin PBG Perum Grand Zam-Zam Segera Terbit

DBMCKTR: Menunggu Penghitungan Retribusi, Izin PBG Perum Grand Zam-Zam Segera Terbit

Senin, 13 Apr 2026 15:40 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandeng Lele melontarkan kritik keras terhadap kinerja pihak-pihak terkait, dalam penanganan dugaan…

Siap Tampung 1000 Siswa, Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Tahap II Capai 45 Persen

Siap Tampung 1000 Siswa, Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Tahap II Capai 45 Persen

Senin, 13 Apr 2026 15:31 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti program terbaru Presiden Prabowo Subianto terkait Sekolah Rakyat (SR), saat ini untuk progres pembangunan Sekolah…