BUDI CAKEP Program dari Dinas Pertanian Kab Pasuruan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala dinas ketahanan pangan dan pertanian kabupaten Pasuruan Lilik Widji Asri bersama staf dan petani cabai.
Kepala dinas ketahanan pangan dan pertanian kabupaten Pasuruan Lilik Widji Asri bersama staf dan petani cabai.

i

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Untuk meningkatkan SDM petani dalam aplikasi teknologi budidaya hingga produksi dan mutu cabai, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan memiliki Inovasi BUDI CAKEP.

Dua kata tersebut merupakan akronim yang merupakan singkatan dari Budidaya Cabai Petani Kabupaten Pasuruan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri menjelaskan selama ini, para petani cabai di hampir semua kecamatan masih melakukan sistem budidaya konvensional dan belum berkelanjutan. Dalam artian dilakukan di tanah terbuka sehingga masih tergantung dengan kondisi cuaca dan sebagainya.

Nah dengan Inovasi BUDI CAKEP ini, sistem budidayanya dilakukan dalam greenhouse dengan irigasi tetes air yang mengadopsi budidaya tanaman paprika.

"Sistem budidaya dalam greenhouse dengan drip irrigation system mengadopsi budidaya tanaman paprika. Karena selama ini kami melihat bahwa petani cabai kebanyakan masih konvensional," kata Lilik saat ditemui di kantornya, Jumat (31/03/2023).

Dijelaskannya, inovasi ini sudah diawali pada tahun 2020 alias sejak pandemi Covid-19.  Dan selama tiga tahun trial and error, budidaya hortikultura ini berdampak kepada petani. Yakni menghasilkan cabai yang stabil sesuai permintaan pasar.

Kata Lilik, dalam Inovasi BUDI CAKEP, pola tanam cabai diatur untuk menjamin kontinuitas produksi dan stabilitas harga. Ujungnya tentu saja untuk mencukupi pasokan di pasar tingkat lokal, regional, bahkan nasional .

Selain itu, para petani juga sudah bermitra dengan Paskomnas atau pasar komoditi nasional. Sehingga bisa menjadi produk cadangan ketika cabai mengalami kelangkaan di pasar.

"Cabai ini berpengaruh dengan laju inflasi. Nah inovasi ini bisa menekan laju inflasi karena kita berupaya untuk menstabilkan harga plus sebagai stok ketika cabai mulai langka," tegasnya.

Sejak dimulai hingga saat ini, inovasi ini baru diterapkan di dua kecamatan yaitu kecamatan Tutur dan Purwodadi. Lilik berharap budidaya cabai ini  dapat direplikasi oleh daerah penghasil cabai lainnya di Kabupaten Pasuruan.

Hal itu disebabkan oleh keberhasilan dalam menghasilkan keuntungan. Lilik mencontohkan dalam luas lahan 1 hektar dapat ditanami 36.000 cabai dengan jarak tanam 120 cm X 42 cm dengan di setiap lubang tanam diisi dua tanaman.

Hasilnya dapat memproduksi sebanyak 171.000 kg cabai dengan pendapatan Rp 2 milyar lebih dikurangi biaya produksi sekitar Rp 1 milyar dan keuntungan juga Rp 1 milyar lebih.

"Beban awal hanya di depan saja untuk modal pembuatan greenhouse. Tapi setelah itu bisa untuk 10 tahun. Tentunya bisa direplikasi di semua kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Total ada 21 kecamatan yang berpotensi untuk budidaya cabai dengan sistem ini," singkat Lilik. ris

Berita Terbaru

Rayakan HUT ke 28, Ketum IJTI Ingatkan Pentingnya Jurnalis Membangun Kolaborasi dan Kredibilitas

Rayakan HUT ke 28, Ketum IJTI Ingatkan Pentingnya Jurnalis Membangun Kolaborasi dan Kredibilitas

Senin, 07 Sep 2026 20:39 WIB

Senin, 07 Sep 2026 20:39 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Informasi yang cepat diera digitalisasi harus disikapi dengan cara yang bijak, produk jurnalistik harus terus hadir secara persisi…

Wujudkan Infrastruktur Jalan Mulus dan Terkoneksi, Bupati Lamongan Diganjar Penghargaan dari IJTI

Wujudkan Infrastruktur Jalan Mulus dan Terkoneksi, Bupati Lamongan Diganjar Penghargaan dari IJTI

Senin, 07 Sep 2026 20:34 WIB

Senin, 07 Sep 2026 20:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Langkah kongrit bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam mewujudkan infrastruktur jalan mulus terkoneksi antar wilayah, diganjar…

Hari Pelanggan Nasional, PLN UIT JBM Perkuat Sinergi Dengan Stakeholder Sektor Industri Manufaktur

Hari Pelanggan Nasional, PLN UIT JBM Perkuat Sinergi Dengan Stakeholder Sektor Industri Manufaktur

Senin, 07 Sep 2026 19:23 WIB

Senin, 07 Sep 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Memaknai Hari Pelanggan Nasional (HPN) yang diperingati setiap 4 September, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur d…

‎Skor LPPD Naik, Bupati Madiun: Jangan Cuma Kejar Nilai

‎Skor LPPD Naik, Bupati Madiun: Jangan Cuma Kejar Nilai

Senin, 07 Sep 2026 17:39 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:39 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Skor kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Madiun meningkat dalam evaluasi nasional. Meski demikian, Bupati Madiun H…

Sekjen PP AMPG Sebut Diklatda Jatim Pilot Project Kaderisasi Anak Muda se Indonesia

Sekjen PP AMPG Sebut Diklatda Jatim Pilot Project Kaderisasi Anak Muda se Indonesia

Senin, 07 Sep 2026 15:43 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:43 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Ubaidillah, menilai pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan …

Dibuka 10 September, Truk Kini Bisa Lewati Jembatan Buk Wedi Pasuruan

Dibuka 10 September, Truk Kini Bisa Lewati Jembatan Buk Wedi Pasuruan

Senin, 07 Sep 2026 15:24 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Setelah proses pembangunan jembatan selesai, kini kendaraan besar dapat kembali melewati Jembatan Buk Wedi di Kota Pasuruan mulai…