Rencana Pekerjakan Kembali 8.000 Karyawan Sritex, Masih Janji

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Tim Kurator PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Denny Ardiansyah mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan perusahaan akan kembali beroperasi dalam dua minggu ke depan.

Denny menegaskan Tim Kurator sama sekali tidak pernah menjanjikan PT Sritex akan beroperasi kembali dalam waktu dua minggu dengan mempekerjakan kembali 8.000 karyawan lama.

"Kemarin ada berita karyawan-karyawan ini akan dipekerjakan kembali. Tapi itu janjinya bukan dari kita ya. Kita kurator tidak pernah memberikan janji apapun," kata Denny saat jumpa pers di kompleks PT Sritex, Sukoharjo, Rabu (5/3).

Saat jumpa pers di Kantor Presiden, Senin (3/3) kemarin, Denny membenarkan rekannya, Nurma Sadikin memang menyampaikan tim Kurator membuka opsi sewa untuk meningkatkan nilai aset bekas milik PT Sritex.

"Rekan kami menyampaikan dalam dua pekan kami akan mengusahakan ada investor yang akan masuk. Bukan kemudian kami akan menjalankan perusahaan," kata dia.

Denny juga menjelaskan mekanisme sewa-menyewa memerlukan proses panjang dan melibatkan banyak pihak.

"Proses ini mekanismenya juga harus kami pertanggungjawabkan. Tidak sesederhana itu," kata dia.

 

Kurator Tidak Pernah Janjikan

Kurator perlu meminta penetapan aset pailit kepada dari Pengadilan. Selanjutnya, aset tersebut harus melalui tahap taksiran (appraisal) dari penilai dari kantor akuntan publik. Nilai taksiran dari penilai tersebut akan menjadi dasar untuk menetapkan harga sewa yang layak.

"Bukan tim kurator yang menentukan ini harganya sekian. Ada lembaga independen yang disumpah pengadilan untuk memberi penilaian asetnya. Apakah itu untuk disewa atau dijual," kata dia.

 Denny juga menegaskan kurator tidak pernah menjanjikan semua bekas aset PT Sritex akan disewa oleh investor. Tak menutup kemungkinan investor hanya menyewa sebagian aset saja

"Investornya mau sewa berapa gedung, sewa berapa unit, itu yang kita belum tahu," kata Denny.

Hal itu juga berlaku dalam hal rekrutmen karyawan. Jika ada investor masuk, kata Denny, maka investor tersebut berhak menentukan untuk merekrut karyawan eks-Sritex, atau karyawan baru.

"Masalah akan mempekerjakan berapa orang, apakah (karyawan lama) akan dipanggil lagi, itu bukan lagi kewenangan dari kurator. Itu silakan investornya," kata dia.

 

Penjelasan Koordinator Serikat Pekerja

Koordinator Serikat Pekerja PT Sri Rejeki Isman Tbk atau alias Sritex Slamet Kaswanto sebelumnya mendengar rencana pembukaan kembali perusahaannya tempat kerja. Pembukaan operasi akan diputuskan dalam dua minggu ke depan.

Ia berharap para karyawan yang sebelumnya telah di PHK oleh Sritex dapat bekerja kembali di pekerjaannya yang baru.

"Kami dengar secara langsung bahwa untuk pembukaan kembali Sritex itu akan diputuskan dalam dua minggu ke depan. Seluruh karyawan atau buruh eks Sritex yang skrng dalam PHK bisa bekerja lagi untuk di pekerjaan yang baru," kata Slamet di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/3).

 

Penjelasan Presiden KSPN

Dugaan soal peran Danantara diungkap oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi. KSPN adalah kelompok yang menaungi serikat buruh pada 3 dari 4 perusahaan di grup Sritex.

"Kemungkinan begini, ada peluang nanti melalui proses lelang atau mungkin skema penyewaan (alat-alat Sritex) dilakukan oleh pemerintah melalui investasi dari Danantara," ujar Ristadi ketika ditemui di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Rabu (5/3).

"Kalau asetnya (Sritex) nilainya (sekitar) Rp9 triliun, kan kecil bagi Danantara yang mengelola sampai Rp14 ribu triliun," sambungnya.

Sritex tercatat memiliki utang US$1,6 miliar atau Rp25,1 triliun (kurs Rp15.735 per dolar AS) kepada 28 bank. Utang itu lebih besar dari aset perusahaan yang hanya US$653,51 juta atau sekitar Rp10,12 triliun.

Ristadi menegaskan nilai aset perusahaan garmen dan tekstil di Sukoharjo itu tak ada apa-apanya dibandingkan kelolaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang menembus Rp14 ribu triliun. n erc, jk/ec/rmc

Berita Terbaru

Artis Revaldo Fifaldi, Tak Kapok Bernarkoba

Artis Revaldo Fifaldi, Tak Kapok Bernarkoba

Rabu, 26 Agu 2026 07:44 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 07:44 WIB

SURABAYAPAGI.com - Artis Revaldo Fifaldi kembali berurusan dengan polisi. Revaldo ditangkap Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat terkait kasus…

Solidaritas Jurnalis Jatim, Tuntut Direskrimum Transparan

Solidaritas Jurnalis Jatim, Tuntut Direskrimum Transparan

Rabu, 26 Agu 2026 07:40 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 07:40 WIB

PENAHANAN Raditya M Khadaffi, Pemimpin Redaksi Harian Surabaya Pagi dan pengurus PWI Jatim, ini sudah menjadi persoalan publik. Bukan lagi soal privat Raditya…

Asosiasi Pengusaha Keluhkan Pruduk Impor Ilegal

Asosiasi Pengusaha Keluhkan Pruduk Impor Ilegal

Rabu, 26 Agu 2026 07:38 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 07:38 WIB

SURABAYAPAGI.com – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani mengakui bahwa pasar domestik Indonesia saat ini masih banyak d…

Prabowo, Bermimpi Punya PLTS 100 GWp

Prabowo, Bermimpi Punya PLTS 100 GWp

Rabu, 26 Agu 2026 07:35 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 07:35 WIB

SURABAYAPAGI.com – Presiden Prabowo Subianto akan memulai groundbreaking program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt p…

Menhub Perkuat Pengawasan Keselamatan Transportasi di Kepri

Menhub Perkuat Pengawasan Keselamatan Transportasi di Kepri

Rabu, 26 Agu 2026 07:33 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 07:33 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menginstruksikan peningkatan pengawasan keselamatan transportasi darat, laut, dan udara di K…

Pengembangan Industri Tetap Utamakan Perlindungan Konsumen

Pengembangan Industri Tetap Utamakan Perlindungan Konsumen

Rabu, 26 Agu 2026 07:30 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 07:30 WIB

SURABAYAPAGI.com – Perlindungan konsumen juga perlu diimbangi dengan kemampuan pelaku industri dalam menghadirkan produk da n layanan yang relevan lantaran m…