Ratusan Kader Surabaya Hebat Mundur Massal, Protes Kebijakan Penggusuran Warga Pacarkeling

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Usai gelar istigosah di pacarkeling masyarakat menuju rumah dinas walikota Eri Cahyadi, ratusan Kader Surabaya Hebat mundur massal sebagai bentuk protes atas penggusuran warga Pacarkeling. SP/Achmad Adi
Usai gelar istigosah di pacarkeling masyarakat menuju rumah dinas walikota Eri Cahyadi, ratusan Kader Surabaya Hebat mundur massal sebagai bentuk protes atas penggusuran warga Pacarkeling. SP/Achmad Adi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Gelombang kekecewaan terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memuncak. Sebanyak 200 Kader Surabaya Hebat (KSH) resmi mengundurkan diri dari program yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan sosial warga. Aksi pengunduran diri massal itu terjadi pada Senin (2/6/2025), sebagai bentuk penolakan atas kebijakan penggusuran di kawasan Pacarkeling, Tambaksari.

Aksi dimulai dengan istigosah dan diikuti pembacaan pernyataan sikap di lokasi pengungsian warga terdampak. Para kader kemudian menyerahkan surat pengunduran diri secara kolektif ke Pemkot Surabaya, menandai ketidakpuasan mereka terhadap penanganan konflik agraria yang dinilai merampas hak-hak warga kecil.

“Kami tidak bisa tinggal diam melihat ketidakadilan. Rumah-rumah warga digusur tanpa solusi yang manusiawi. Pemerintah justru tampak abai,” ujar Usman, tokoh masyarakat setempat yang menjadi perwakilan aksi.

Usman menambahkan, para kader merasa perjuangan sosial yang selama ini mereka lakukan telah disalahartikan. Alih-alih mendampingi warga, mereka justru merasa terjebak dalam sistem yang menutup mata terhadap penderitaan rakyat.

“Kami ini relawan, bukan alat kekuasaan. Kami bekerja dengan hati, tapi kini hati kami disakiti oleh kebijakan yang menyengsarakan rakyat,” katanya tegas.

KSH dikenal sebagai program andalan Pemkot Surabaya dalam pelayanan masyarakat, mulai dari pendampingan lansia, program kesehatan lingkungan, hingga edukasi keluarga. Namun, dalam kasus Pacarkeling, para kader merasa suara mereka tak lagi dihargai.

Menurut sejumlah kader, keputusan pengunduran diri ini merupakan bentuk solidaritas terhadap warga yang kehilangan tanah tempat tinggal karena proyek pembangunan yang dinilai hanya menguntungkan segelintir pihak.

“Bukan kami tidak cinta kota ini, justru karena cinta, kami berani bersuara,” ungkap salah satu kader yang ikut dalam aksi.

Aksi ini juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat yang menilai bahwa pembangunan kota tidak semestinya menyingkirkan hak-hak dasar warga. Sejumlah tokoh masyarakat turut hadir dan menyerukan agar Pemkot membuka ruang dialog terbuka tanpa intimidasi.

Hingga kini, Pemerintah Kota Surabaya belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait gelombang pengunduran diri ini. Para kader menegaskan bahwa aksi mereka bukan akhir, melainkan awal dari gerakan moral yang lebih luas menuntut keadilan agraria di Kota Pahlawan. Ad

Berita Terbaru

Santri dan Alumni Sunan Drajat Gelar  Istighosah Kebangsaan, Doakan Prabowo Bawa NKRI Menjadi Negara Makmur Bermartabat

Santri dan Alumni Sunan Drajat Gelar Istighosah Kebangsaan, Doakan Prabowo Bawa NKRI Menjadi Negara Makmur Bermartabat

Selasa, 23 Jun 2026 00:45 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 00:45 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan - Ribuan santri dan alumni serta keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, pada Senin (22/6/2026) malam, menggelar…

Menko Pangan Akui Banyaknya Masalah di BGN

Menko Pangan Akui Banyaknya Masalah di BGN

Senin, 22 Jun 2026 20:08 WIB

Senin, 22 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menko Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas buka-bukaan terkait banyaknya masalah di Badan Gizi Nasional (BGN). Ia akui banyak…

Menkes Akui Keberhasilan MBG Tekan Stunting tak Bisa Instan

Menkes Akui Keberhasilan MBG Tekan Stunting tak Bisa Instan

Senin, 22 Jun 2026 20:07 WIB

Senin, 22 Jun 2026 20:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui keberhasilan MBG dalam menekan stunting memang tidak bisa dilihat secara…

Keprihatinan Tokoh-tokoh Bangsa Dicurhatkan ke Megawati

Keprihatinan Tokoh-tokoh Bangsa Dicurhatkan ke Megawati

Senin, 22 Jun 2026 20:05 WIB

Senin, 22 Jun 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sejumlah tokoh nasional yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) bertemu dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketum PDIP …

Dalam Kasus Roy- dr.Tifa, Ada Tokoh Tuding Kezaliman

Dalam Kasus Roy- dr.Tifa, Ada Tokoh Tuding Kezaliman

Senin, 22 Jun 2026 20:02 WIB

Senin, 22 Jun 2026 20:02 WIB

"...ada mantan pejabat yang masih merasa menjadi pejabat dan lain-lain, kami tetap berpedoman pada KUHAP yang mengatur proses penyidikan ini," Kombes Iman…

Byar-pet Listrik di Pulau Jawa, Sempat Dipergunjingkan

Byar-pet Listrik di Pulau Jawa, Sempat Dipergunjingkan

Senin, 22 Jun 2026 19:59 WIB

Senin, 22 Jun 2026 19:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Byar-pet pemadaman bergilir di Pulau Jawa, hingga Senin (22/6) terus jadi pergunjingan di ruang publik. Diduga ada gangguan teknis…