SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kabar kurang menyenangkan bagi para pecinta mobil BMW di Amerika Serikat (AS). Pasalnya, sejumlah model tahun 2026 akan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, berlaku mulai pada 1 Juli mendatang, Selasa (10/06/2025).
Namun, perubahan banderol tersebut bukan karena tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Melainkan, sejalan dengan komunikasi harga sebelumnya. Pabrikan juga telah memperhitungkan inflasi serta peningkatan peralatan standar pada mobilnya.
Diketahui, untuk semua lini BMW model tahun 2026 akan mengalami kenaikan hingga 1,9 persen, kecuali kendaraan listrik (EV), Seri-2 Gran Coupe, M2, dan Alpina XB7. Lalu lini kendaraan seperti Z4 akan mengalami kenaikan harga hingga 1.100 dolar AS dan X5 M Competition meningkat 2.500 dolar AS untuk model 2026.
Kemudian, model lainnya seperti M3 G80 2026 bertransmisi manual kini lebih mahal 12.700 dolar AS menjadi 78.400 dolar AS. Kenaikan harga masih umum terjadi di antara produsen mobil arus utama dan premium.
Meskipun beberapa mobil seperti X3 hingga XM dirakit di pabrik Spartanburg, South Carolina, AS, model tersebut tetap akan terdampak oleh tarif Trump yang diberlakukan.
Hal tersebut dikarenakan mobil-mobil ini dirakit dengan suku cadang yang tidak diproduksi secara eksklusif di AS, sehingga tarif tetap mempengaruhi model BMW yang telah di lokalisasi di negara tersebut.
Sehubungan adanya kenaikan harga pada mobil baru, membuat pelanggan BMW harus bertindak cepat sebelum harganya diperbarui dalam beberapa waktu mendatang. jk-03/dsy
Editor : Desy Ayu