Peringati Hari Anak Nasional 2025

Ratusan Siswa Surabaya Meriahkan Pagi Ceria Bersama Bunda Rini

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani saat senam pagi bersama ratusan siswa PAUD, TK dan SD pada acara Pertemuan Pagi Ceria dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025 di SDN Kedung Baruk.
Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani saat senam pagi bersama ratusan siswa PAUD, TK dan SD pada acara Pertemuan Pagi Ceria dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025 di SDN Kedung Baruk.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar kegiatan bertajuk "Pertemuan Pagi Ceria" yang melibatkan satuan pendidikan jenjang PAUD, TK dan SD se-Kota Pahlawan. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak mulai pukul 07.00 WIB di masing-masing satuan pendidikan pada Rabu (23/7).

Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, hadir langsung membuka kegiatan di SDN Kedung Baruk. Selain membuka acara, ia turut mengikuti rangkaian kegiatan bersama sekitar 400 siswa dari jenjang PAUD, TK, dan SD.

"Selamat pagi anak-anak bunda semuanya. Bunda doakan anak-anak Bunda yang hadir di sini dan di seluruh Kota Surabaya menjadi anak yang sehat, anak yang soleh dan solehah, serta nantinya bisa mengangkat derajat kedua orang tuanya," ujar Bunda Rini saat menyapa para siswa di lokasi kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Pagi Ceria. Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui live streaming sebagai bagian dari rangkaian peringatan HAN 2025 di Kota Pahlawan.

"Semangat buat semuanya. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi keberkahan buat kita semuanya," tutur Bunda Rini yang sekaligus Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya ini.

Bunda Rini menjelaskan bahwa kegiatan Pagi Ceria sekaligus menjadi momen edukasi untuk melatih para siswa menerapkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

"Tujuh kebiasaan baik itu mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat," terangnya.

Rangkaian kegiatan di SDN Kedung Baruk dimulai dengan Senam Anak Indonesia Hebat. Kegiatan ini bertujuan membangkitkan semangat dan meningkatkan kebugaran fisik peserta didik agar siap belajar dengan energi positif.

Usai senam, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Hal ini sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air, serta menumbuhkan rasa kebangsaan, persatuan, dan kebersamaan antarsiswa.

Kemudian kegiatan ditutup dengan doa bersama sesuai dengan keyakinan masing-masing. Tujuannya adalah menumbuhkan rasa syukur, memohon kelancaran dalam pembelajaran, dan memperkuat nilai spiritual serta toleransi di lingkungan sekolah.

Bunda Rini menambahkan, kegiatan Pagi Ceria juga merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak. Dimana kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh jenjang pendidikan PAUD, TK dan SD.

"Ini kita laksanakan serentak di seluruh sekolah TK maupun SD. Jadi di masing-masing wilayah ada Bunda PAUD kecamatan dan Bunda PAUD kelurahan yang menemani," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, menjelaskan bahwa peringatan HAN 2025 menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak anak, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pengasuhan yang layak.

"Termasuk hak administrasi kependudukan harus dipenuhi keseluruhan. Nah, kegiatan yang kami lakukan ini merupakan bagian kecil dari pemenuhan hak anak dari sisi kesehatan,” jelas Ida.

Ida berharap rangkaian peringatan HAN 2025 ini dapat menjadi wujud nyata kasih sayang Pemkot Surabaya kepada seluruh anak-anak. Sekaligus pula menjadi sarana edukasi bagi para orang tua dalam membentuk karakter anak melalui pengasuhan dan pengawasan yang tepat. "Rangkaian acara ini akan berlangsung hingga bulan Agustus mendatang," pungkasnya. Alq

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…