SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Baru-baru ini fenomena tren sepeda kalcer, yang awalnya sepeda pancal biasa disulap menjadi model sepeda bergaya klasik yang kini digandrungi anak muda hingga orang dewasa.
Akibat membludaknya permintaan, bengkel milik Ahmad Yani (56), yang akrab dijuluki sebagai 'dokter sepeda', kebanjiran pesanan. Bahkan harus menggantung 2-3 sepeda di langit-langit bengkelnya karena tak muat menampung.
Bengkel yang berada di Jalan Andansari, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Lamongan tersebut hampir setiap hari dipenuhi orderan tren sepeda kalcer.
Bahkan, sejak sebulan terakhir dirinya sudah mendandani lebih dari 40 sepeda. Peminatnya pun tak hanya dari Lamongan, ada juga yang datang dari Surabaya karena motif di sana katanya kurang cocok.
"Numpuk ini gimana servicenya, kemarin sempat saya gantungkan di atas," jelas ujar Yani, Selasa (30/09/2025).
Perlu diketahui, sepeda kalcer sejatinya merujuk pada sepeda lawas, umumnya merek Federal, yang dimodifikasi agar lebih estetik dengan nuansa klasik. Ciri khasnya ada di penambahan aksesori seperti keranjang minimalis, kabel berwarna mencolok (merah, kuning, atau hijau), serta cat ulang dengan nuansa retro.
Bagi penggemar sepeda, frame Federal jadi incaran karena dikenal kuat dan awet. Namun, Yani menegaskan tren kalcer tidak terbatas pada merek itu. "Tidak harus pakai frame Federal, merek lain juga bisa. Semua tergantung budget," jelasnya.
Permintaan modifikasi sepeda kalcer pun bervariasi, mulai dari pengereman torpedo atau coaster brake, hingga pengecatan ulang frame agar terlihat lebih klasik. Menurut Yani, tren ini jadi ruang kreativitas baru bagi pecinta sepeda pancal.
Meski terkadang kewalahan dengan antrian. dirinya berharap tren sepeda kalcer bukan hanya soal gaya, tetapi juga bisa memacu kreativitas dan semangat hidup sehat bagi masyarakat.
"Bagi saya, sepeda kalcer ini bukan cuma tren. Ini cara orang untuk lebih dekat dengan sepeda, sambil tetap bergaya," pungkas Yani sambil tersenyum. lm-01/dsy
Editor : Desy Ayu