Ali Khamenei, Menteri Pertahanan Iran dan Komandan Garda Revolusi Iran, Tewas
SURABAYAPAGI.COM, Tehren - Kepulan asap besar terlihat membubung dari Tehran, Minggu siang waktu Iran. Kantor berita IRNA milik pemerintah Iran juga melaporkan suara 'ledakan dahsyat' yang disebabkan oleh serangan rudal terjadi di Tehran, tepatnya di daerah sekitar persimpangan Seyyed Khandan dan Qasr, serta Lapangan Vanak dan Jalan Motahari.
Iran sebelumnya telah meluncurkan serangan ke Israel. Serangan Iran itu memicu Israel mengaktifkan sirene peringatan di Tel Aviv, Yerusalem, Tepi Barat yang dicaplok Israel serta Haifa.
Militer Israel mengumumkan telah menyerang 'jantung Tehran', Iran, untuk pertama kalinya sejak serangan AS-Israel terbaru dimulai. Sejumlah ledakan keras terdengar di Tehran.
Dilansir Al-Jazeera, Minggu siang (1/3/2026), pernyataan yang dipublikasikan di Telegram itu mengklaim targetnya adalah situs-situs pemerintah Iran. Israel menambahkan selama sehari terakhir serangan tersebut bertujuan untuk membangun superioritas udara dan membuka jalan menuju Tehran.
Trump: Iran Jangan Membalas
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman terbaru terhadap Iran. Dia memperingatkan Iran untuk tidak membalas serangan AS dan Israel.
"Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya. MEREKA LEBIH BAIK TIDAK MELAKUKAN ITU, KARENA JIKA MEREKA MELAKUKANNYA, KAMI AKAN MENYERANG MEREKA DENGAN KEKUATAN YANG BELUM PERNAH TERLIHAT SEBELUMNYA!" tulis Trump di akun Truth Social miliknya seperti dilansir BBC, Minggu (1/3/2026).
Melansir laporan langsung Al Jazeera, Konstitusi Iran telah mengatur proses suksesi apabila Pemimpin Tertinggi meninggal dunia.
Dalam mekanisme tersebut, kekuasaan sementara akan dipegang oleh sebuah dewan yang terdiri dari tiga orang, yakni Presiden Iran, Kepala Kehakiman, serta satu ulama dari Dewan Garda (Guardian Council).
Pernyataan ini muncul setelah Korps Garda Revolusi Islam memperingatkan akan menyerang pangkalan AS dan Israel sebagai balasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran menyebut AS merupakan teroris.
Dewan ini akan mengambil alih kendali pemerintahan hingga Majelis Ahli (Assembly of Experts) menunjuk Pemimpin Tertinggi yang baru.
Selain itu, Al Jazeera melaporkan adanya kabar bahwa kewenangan tertentu juga diberikan kepada Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran. Meski demikian, laporan tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen.
Putri - Cucu Khamenei Tewas
Angkatan Udara Israel melanjutkan gelombang serangan baru terhadap Iran, Minggu siang (1/3). Serangan ini menghantam lebih dari 30 target lokasi di Iran bagian barat dan tengah.
Dilansir Aljazeera, Minggu (1/3/2026), ada puluhan jet yang melancarkan serangan itu. Serangan itu menargetkan sistem pertahanan Iran.
Gempuran AS-Israel juga menyebabkan 201 orang tewas dan 747 lainnya mengalami luka-luka.
Pernyataan video terpisah telah dirilis oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump, yang juga mengisyaratkan dukungan terhadap upaya perubahan pemerintahan di Tehran.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Khamenei tewas dalam serangan AS dan Israel di Tehran.
"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," kata Trump di jaringan media Social Truth miliknya, dilansir AFP, Minggu (1/3/2026).
Anggota keluarga Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan ikut tewas dalam serangan tentara Israel dan Amerika Serikat (AS) di Iran. Media Iran melaporkan putri hingga cucu Khamenei tewas.
"Setelah menjalin kontak dengan sumber-sumber yang mengetahui informasi di lingkungan keluarga Pemimpin Tertinggi, berita tentang kemartiran putri, menantu, dan cucu dari Pemimpin Revolusioner sayangnya telah dikonfirmasi," lapor kantor berita Iran, Fars, dilansir AFP, Minggu (1/3/2026).
Serang Sekolah Putri
AS dan Israel menyerang wilayah Iran pada Sabtu (28/2) kota Iran. Kompleks kediaman Khamenei di Tehran disebut telah dijatuhkan puluhan bom.
"30 bom dijatuhkan di kompleks tersebut. Ali Khamenei berada di bawah tanah, tetapi mungkin tidak di bunkernya sendiri," bunyi laporan jaringan Channel 12 Israel dilansir AFP.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga telah menyampaikan pernyataan terbaru usai Israel menyerang Iran. Netanyahu mengklaim pihaknya telah menemukan tanda-tanda Khamenei tewas dalam serangan yang dilancarkan pada Sabtu (28/2).
"Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei dihancurkan di jantung Tehran dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi," kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
Informasi terbaru menyebut Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh dilaporkan tewas dan Komandan Garda Revolusi Iran Mohammed Pakpour juga dilaporkan tewas. Belum ada keterangan resmi dari tewasnya Menhan dan Komandan Garda Revolusi Iran. Pihak Iran dan Israel belum memberikan keterangan.
Bulan Sabit Merah Iran mengatakan pada Sabtu malam bahwa setidaknya 201 orang telah tewas dan 747 orang terluka akibat serangan Israel dan AS.
Salah satu lokasi serangan Israel di Iran berada di sekolah putri di wilayah Iran selatan. Ratusan orang dilaporkan meninggal akibat serangan itu.
Rudal dan 209 Drone Iran
Kantor Berita Mizan, mengutip Kantor Kejaksaan Minab, sebagaimana dilansir Al Jazeera, melaporkan bahwa jumlah korban di sekolah dasar putri Shajareh Tayyebeh di Minab telah mencapai 108 orang.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan yang menyasar sejumlah pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah.
Rentetan ledakan mengguncang sejumlah negara Teluk Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Mulai dari Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, hingga Kuwait semuanya melaporkan rentetan ledakan setelah AS bersama Israel menyerang Iran.
Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan berhasil mencegat ratusan rudal dan drone dari Iran ke wilayahnya. UEA diketahui menjadi salah satu negara yang menjadi sasaran serangan balasan dari Iran.
UEA menyatakan bahwa sebagian besar dari 137 rudal dan 209 drone yang ditembakkan ke wilayahnya oleh Iran telah dihancurkan atau dicegat. Belum diketahui apakah ada korban jiwa dari rentetan serangan Iran di UEA.
"Kementerian menyatakan bahwa pihaknya berada dalam keadaan siaga tinggi dan siap menghadapi ancaman apa pun, dan bahwa pihaknya mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghadapi dengan tegas segala sesuatu yang bertujuan mengganggu keamanan dan stabilitas negara, dan menegaskan bahwa keselamatan warga negara, penduduk, dan pengunjung merupakan prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan," kata kementerian dalam sebuah pernyataan dilansir AFP, Minggu (1/3/2026).
Otoritas Dubai juga mengatakan puing-puing dari drone milik Iran yang berhasil dicegat sempat menyebabkan kebakaran di salah satu hotel mewah di Dubai, Burj Al Arab. Api sempat muncul di bagian depan gedung.
Pangkalan Teroris Amerika Diduduki
Kebakaran di Hotel Burj Al Arab telah berhasil dipadamkan. Otoritas Dubai menyebut tidak ada korban luka dan jiwa dari insiden tersebut.
Bandara utama di Uni Emirat Arab (UEA), termasuk Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi dan Bandara Internasional Dubai, menjadi sasaran serangan rudal Iran dalam eskalasi konflik terbaru di Timur Tengah. Serangan itu menewaskan satu orang dan melukai lebih dari sepuluh lainnya, serta menimbulkan kerusakan pada fasilitas bandara dan infrastruktur sekitarnya.
"Bandara Abu Dhabi mengkonfirmasi insiden di Bandara Internasional Zayed yang mengakibatkan satu kematian warga negara Asia dan tujuh luka-luka," kata badan yang mengelola bandara tersebut dalam sebuah pernyataan yang di X, dilansir AFP, Minggu (1/3/2026).
Bandara Internasional Dubai (DXB) juga terkena serangan rudal Iran pada Minggu pagi waktu setempat. Sebanyak empat anggota staf bandara dilaporkan terluka.
Dalam sebuah unggahan di X, Dubai Airports mengonfirmasi bahwa sebuah ruang tunggu di Bandara Dubai mengalami kerusakan ringan dalam insiden tersebut. Peristiwa ditangani dengan cepat.
Serikat (AS).
Dilansir CNN, Minggu (1/3/2026), Iran dengan cepat bersumpah akan membalas setelah Pemimpin Tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan AS dan Israel pada Sabtu (28/2) pagi.
"Operasi ofensif terberat dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera dimulai menuju wilayah dan pangkalan teroris Amerika yang diduduki," Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Pemerintah Iran mengatakan 'kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa balasan dan akan membuka lembaran baru dalam sejarah dunia Islam'. Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) negara itu mengatakan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran akan memulai pemberontakan besar-besaran dalam memerangi para penindas dunia.
Sejumlah kebijakan dilakukan pemerintah Iran menyusul serangan dari Amerika Serikat (AS) dan Israel. Iran mengumumkan penutupan seluruh universitas di negara tersebut.
Pecah Belah Iran
Kepala Keamanan Iran Ali Larijani memperingatkan warga mewaspadai upaya memecah belah Iran setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS dan Israel.
Ia menuding ada sejumlah kelompok yang tidak ingin Iran bersatu usai mendapat serangan dahsyat dari Amerika Serikat dan Israel.n aljazzera/afp/rr/rtr/cr10/rmc
Editor : Moch Ilham