SURABAYA PAGI, Madiun – Data sosial yang belum akurat disebut menjadi salah satu kendala dalam penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Madiun. Hal ini disampaikan Bupati Madiun, Hari Wuryanto saat kegiatan peningkatan kapasitas pilar-pilar sosial, Selasa (3/3/2026) di Pendopo Muda Graha.
“Kita ingin data tunggal sosial ekonomi benar-benar valid. Kalau datanya tidak valid, kita akan kesulitan mengatasi kemiskinan. Harus kita petakan dengan baik supaya penanganannya tepat,” tegas Hari.
Menurutnya, pilar-pilar sosial merupakan ujung tombak pemerintah di lapangan. Mereka yang berhadapan langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi riil di desa maupun kecamatan.
“Kalau komitmennya bagus dan pengetahuannya baik, insyaallah kita bisa mengatasi kemiskinan dengan lebih efektif,” imbuhnya.
Selain itu ia juga menyoroti fenomena bantuan sosial yang tidak tepat sasaran, seperti penerima bantuan yang dinilai sudah tergolong mampu.
“Makanya ini kita lakukan validasi dan verifikasi ulang. Supaya betul-betul tepat sasaran. Yang sudah tidak layak menerima harus diganti dengan yang lebih membutuhkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk penguatan koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan seluruh pilar sosial.
Kegiatan ini diikuti 81 pendamping PKH, 15 TKSK, 54 Tagana, 8 Pelopor Perdamaian, 6 pendamping rehabilitasi sosial, 40 PSM, 25 Karang Taruna, serta 22 lembaga kesejahteraan sosial.
“Tujuannya untuk meningkatkan profesionalisme, integritas dan komitmen dalam mendampingi pelayanan kesejahteraan sosial,” jelas Supriyadi.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan kesejahteraan sosial tidak bisa dilakukan pemerintah semata, tetapi membutuhkan dedikasi dan pengabdian seluruh pilar sosial sebagai mitra strategis di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Madiun secara simbolis menyerahkan bantuan permakanan kepada masyarakat rentan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat jaring pengaman sosial.
Editor : Redaksi