SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (14/4/2026).
Forum ini menegaskan fokus pembangunan Jawa Timur pada pelayanan dasar, penguatan ekonomi, serta pengembangan transportasi dan energi.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menekankan pentingnya sinkronisasi perencanaan pembangunan dari pusat hingga daerah.
Ia menyebut, pemerintah pusat berkomitmen memastikan seluruh perencanaan di tingkat provinsi, kabupaten, hingga desa berjalan sejalan dengan arahan Presiden dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
“Jika ada kendala di daerah, kami para menteri harus bisa menyelesaikan dan memastikan perencanaan itu benar-benar untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujarnya.
Rachmat juga menilai Jawa Timur mampu menghadapi tekanan ekonomi, terutama dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas selama momentum Ramadan dan Lebaran 2026.
“Jawa Timur sudah mampu mengatasi tantangan, terutama di sektor pangan. Ini capaian yang patut diapresiasi,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri yang menyebut Gubernur Jawa Timur sebagai salah satu kepala daerah dengan kinerja terbaik di Indonesia.
Ia menyoroti capaian indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi, penurunan pengangguran, hingga keberhasilan menekan kemiskinan ekstrem mendekati nol persen.
“Ini menunjukkan banyak prestasi yang diraih berkat kerja keras pemerintah daerah dan dukungan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menjelaskan bahwa penyusunan RKPD 2027 dilakukan di tengah ketidakpastian global. Namun, ia memastikan arah pembangunan tetap mengacu pada RPJMD dan RKP nasional.
Menurut Emil, tema pembangunan Jawa Timur 2027 mengedepankan pertumbuhan berkualitas yang ditopang investasi, produktivitas, dan sektor industri, dengan prioritas utama pada pelayanan dasar.
“Pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan harus menjangkau seluruh masyarakat, termasuk kelompok rentan. Ini bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, tapi juga kesejahteraan,” jelasnya.
Di sektor kesehatan, Pemprov Jatim menargetkan penyelesaian sejumlah proyek rumah sakit, di antaranya di Pamekasan dan Jember. Dengan demikian, Jawa Timur akan memiliki lima rumah sakit wilayah yang tersebar di berbagai kawasan.
Sementara di bidang pendidikan, pemerintah tetap memprioritaskan penguatan sumber daya manusia, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, meski terjadi penyesuaian anggaran.
Selain itu, pengembangan transportasi menjadi fokus penting, khususnya di kawasan metropolitan seperti Surabaya Raya dan Malang Raya sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi.
Program transportasi terintegrasi seperti TransJatim, transportasi maritim, hingga rencana pengembangan kereta api dan jalur ganda (double track) terus didorong.
“Ini bukan sekadar wacana. Kajian teknis proyek sudah berjalan, dan ini merupakan investasi jangka panjang untuk kemajuan transportasi publik,” tegas Emil.
Dalam sektor energi, Jawa Timur juga diarahkan menjadi pusat pengembangan energi nasional melalui proyek bioetanol, metanol, serta rencana Grass Root Refinery (GRR) di Tuban.
Di sisi lain, Emil menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan menyusul adanya sejumlah kasus operasi tangkap tangan (OTT) kepala daerah di Jawa Timur.
Ia menyebut upaya pencegahan korupsi terus dilakukan melalui penguatan sistem pengawasan, termasuk koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Kami terus membenahi sistem, memperkuat kontrol, monitoring, dan pencegahan. Ini proses berkelanjutan agar tata kelola pemerintahan semakin baik,” pungkasnya. Byb
Editor : Redaksi