SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Elok Suciati. SH anggota Komisi A DPRD Sidoarjo bergerak cepat merespons bencana ambruknya plafon gedung sekolah yang menimpah ruang belajar SD Negeri Sidokepung 1 Buduran, Sidoarjo
Begitu kabar kerusakan ruang kelas di SDN Sidokepung 1 Buduran itu sampai ke telinga anggota DPRD Sidoarjo Elok Suciati yang juga legislator dari Fraksi PKB tersebut, Elok segera bergerak cepat menghubungi Bupati Sidoarjo Subandi dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo.
Dia berharap segera ada penanganan atas kerusakan SDN Sidokepung 1 Buduran Sidoarjo tersebut demi keberlangsungan belajar mengajar siswa tidak sampai terhambat.
”Saya menghubungi Pak Bupati Subandi. Alhamdulillah langsung ditindaklanjuti,” kata wakil rakyat di DPRD Sidoarjo asal Desa Sidokepung, Buduran, itu. Minggu (19/4).
Soal penganggaran untuk pembangunan sekolah itu, Elok Suciati menyatakan siap membantu. Termasuk, misalnya anggaran diarahkan dari pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Sidoarjo.
”Kita lihat saja. Apa yang bisa saya bantu, saya siap. Karena ini memang wilayah daerah pemilihan saya,” ungkap anggota DPRD Sidoarjo yang juga mantan Kades Sidokepung tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Elok mampu berkoordinasi dengan cepat mendorong tanggap bencana ambruknya Plafon ruang kelas SDN Sidokepung 1, Buduran, segera teratasi.
Hingga Bupati Subandi turun tangan dan memerintahkan segera ada perbaikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud Sidoarjo Dr Tirto Adi menyatakan telah medapat perintah Bupati Subandi untuk segera memperbaiki sekolah tersebut.
Menurut Tirto Adi, Disdikbud Sidoarjo sebenarnya telah memasukkan SDN Sidokepung 1 ke dalam rencana rehab sekolah pada 2026. SDN 1 Sidokepung menjadi atensi serius. Namun, dalam perjalanan ada efisiensi anggaran. Jadi, belum ada alokasi anggaran khusus.
“Usulan sebenarnya sudah ada, namun karena adanya efisiensi anggaran, tidak semua bisa terakomodasi. Salah satunya SDN Sidokepung 1 yang terdampak,” ungkapnya.
a menambahkan, pada tahun 2026 terdapat sekitar 54 sekolah yang masuk dalam program perbaikan, dengan total anggaran mencapai Rp 46 miliar.
“Prosesnya sudah berjalan. Untuk paket yang ditenderkan sudah kami ajukan ke ULP. Saat ini tinggal menunggu pengumuman pemenang, penandatanganan kontrak, dan selanjutnya langsung dieksekusi,” jelasnya. hdk/hik
Editor : Redaksi