SURABAYAPAGI.com, Jombang - Dalam rangka mengantisipasi menjelang dampak El Nino, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang bergerak cepat memperkuat langkah pencegahan, lantaran kawasan perbukitan di tersebut khususnya wilayah Kecamatan Wonosalam rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal itu karena fenomena El Nino yang memicu kekeringan ekstrem menjadikan medan sulit tersebut sebagai titik paling rawan yang diwaspadai tahun ini. Kondisi geografis yang menantang di wilayah perbukitan diakui menjadi kendala utama jika api sewaktu-waktu berkobar.
“Medannya cukup berat, sehingga penanganan kebakaran di wilayah tersebut tidak mudah,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, Senin (20/04/2026).
Dan untuk mengantisipasi bencana alam tersebut, BPBD Jombang juga telah menyiapkan surat edaran yang akan didistribusikan ke tingkat kecamatan hingga pemerintah desa untuk mengedukasi warga agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
”Dalam waktu dekat, sekitar pekan depan, surat edaran itu sudah mulai didistribusikan,” ujar Wiku.
Langkah siaga ini diambil setelah BPBD melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BMKG terkait dampak El Nino. Meski intensitasnya diprediksi tidak sekuat periode sebelumnya, potensi risiko kekeringan tetap menghantui wilayah Jombang. ”Potensi tetap ada, meski tidak separah yang dibayangkan. Namun kami tetap diminta siaga,” tambah Wiku.
Selain faktor alam, BPBD juga fokus pada pencegahan yang dipicu aktivitas manusia melalui sosialisasi masif di kawasan rawan. Sehingga, sebagai langkah kontingensi, BPBD Jombang telah menyiapkan skema koordinasi dengan pemerintah provinsi hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jika eskalasi kebakaran melampaui kendali peralatan darat.
”Pada kejadian terakhir, sempat dilakukan pemadaman menggunakan helikopter dengan tiga kali penerbangan (sorti),” ujarnya. jb-02/dsy
Editor : Redaksi