SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, terus menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah dengan komitmen mempromosikan wisata kuliner lokal, salah satunya di sentra ikan bakar Pantai Blimbingsari. Dimana, kuliner khas seperti di Pantai Blimbingsari itu menjadi kekuatan wisata Banyuwangi.
"Orang datang tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga mencari pengalaman kuliner autentik yang tidak ditemukan di daerah lain. Ini salah satu daya tarik wisata Banyuwangi, rasanya khas karena bumbunya tradisional dan ikannya segar langsung dari nelayan, kami ingin wisatawan yang datang membawa pengalaman kuliner yang berkesan," jelas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Senin (11/05/2026).
Pedagang ikan asap legendaris di kawasan itu, Mastia (66) mengaku telah berjualan sejak 1977, dan selama itu pula ia mempertahankan cita rasa khas dengan menjual berbagai jenis ikan seperti ekor merah, banyar, slengseng, hingga kerapu. Menurutnya, proses memasak menjadi rahasia utama kelezatan ikan asap dan ikan bakar khas di wisata Pantai Blimbingsari.
Cita rasa khasnya, menurutnya, membuat pelanggan terus berdatangan dan bahkan dari luar daerah, dan sebagian besar wisatawan awalnya datang berkunjung ke Pantai Blimbingsari, lalu membeli ikan asap dan akhirnya menjadi pelanggan tetap setelah mencicipi kelezatannya.
Selain cita rasanya yang khas, harga ikan bakar di Pantai Blimbingsari juga tergolong terjangkau, seperti ikan bakar dijual mulai Rp15.000 hingga Rp25.000 tergantung ukuran. "Kalau kirim luar kota bisa 50 sampai 150 tusuk sekali pesan, ada yang lewat kereta, ada yang dititipkan bus. Alhamdulillah aman sampai tiga hari," ujar Mastia. by-01/dsy
Editor : Redaksi