Dari Laut yang Melimpah ke Sepi Hasil: Kisah Pengepul Nelayan Mengare Bertahan di Tengah Penurunan Tangkapan

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Nelayan Pulau Mengare yang nasibnya kian merana. SP/Maidid
Nelayan Pulau Mengare yang nasibnya kian merana. SP/Maidid

i

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Nasib pilu kini dialami Nikmatin Fauziah, seorang pengepul hasil tangkapan nelayan di wilayah Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Perempuan yang akrab disapa Titin ini harus menghadapi kenyataan pahit setelah hasil tangkapan laut yang dahulu melimpah kini menurun drastis.

Titin mengenang masa sebelum adanya reklamasi kawasan KEK JIIPE Gresik. Saat itu, hasil tangkapan rajungan (kroyo) bisa mencapai minimal 10 kilogram per hari. Namun kini, mendapatkan 1 kilogram saja sudah dianggap sangat baik, bahkan tak jarang nelayan hanya membawa pulang tiga ekor rajungan.

“Sekarang ini sulit sekali. Kadang cuma dapat tiga biji saja,” ujarnya dengan nada lirih, Senin (11/05/2026).

Penurunan hasil tangkapan ini tak lepas dari perubahan kondisi lingkungan laut. Menurut Titin, nelayan kini harus melaut lebih jauh ke tengah laut untuk mencari ikan, udang, maupun rajungan. Hal ini karena habitat alami seperti terumbu karang dan tumbuhan laut yang dahulu berada dekat pantai kini hanya tersisa di lautan lepas.

Dampaknya sangat terasa pada aktivitas ekonomi. Jika dulu ia harus menyiapkan lebih dari Rp10 juta per hari untuk membeli hasil tangkapan nelayan, kini menyediakan Rp5 juta saja tidak habis.

Untuk tetap memenuhi kebutuhan sebagai pengepul, Titin terpaksa mencari pasokan dari luar daerah, seperti ke balai lelang di Brondong, Lamongan, hingga komunitas nelayan di Ujung Pangkah.

Sebagai penerus usaha keluarga yang dirintis almarhum orang tuanya, Titin kini berjuang bersama suami dan ibunya agar usaha tersebut tetap bertahan. Namun kondisi saat ini jauh berbeda dibanding masa lalu.

“Dulu kami bahkan bisa memberi pinjaman Rp28 juta ke nelayan untuk membuat perahu. Dalam satu sampai dua tahun sudah bisa diangsur lunas. Sekarang, lima tahun pun mereka masih kesulitan mengembalikan,” ungkapnya.

Ia menilai keberadaan proyek-proyek besar yang disertai reklamasi pantai semakin memperburuk kondisi wilayah tangkapan nelayan di Mengare. Padahal sebelumnya, kawasan tersebut merupakan habitat penting bagi berbagai biota laut untuk berkembang biak.

Terdesak oleh kondisi ekonomi yang semakin sulit, Titin pun mulai mencari sumber penghasilan tambahan. Ia membuka warung kopi kecil di sekitar Balak Laok, Dusun Sawo, Desa Kramat.

“Untuk menambah penghasilan saya mulai buka warung di sini. Usaha pengepul tetap jalan, suami dibantu adik dan ibu,” katanya kepada awak media yang berkunjung ke warungnya.

Di tengah keterbatasan, Titin tetap berusaha bertahan. Kisahnya menjadi potret nyata perubahan yang dirasakan masyarakat pesisir akibat perubahan lingkungan dan pembangunan di kawasan pantai. did

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…