204 Lansia Ikut Vaksinasi di Lantamal V

Danlantamal V saat meninjau penyuntikan vaksin kepada lansia di Mako Lantamal V, Kamis (25/02/2021). SP/ Sem

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebanyak 204 lansia mengikuti vaksinasi yang dilakukan oleh Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V hari ini, Kamis (25/02/2021).

Lansia yang diketahui berusia 60 tahun keatas ini, berasal dari masyarakat sipil dan para purnawirawan TNI.
 
"Ini merupakan langkah dari Lantamal V dalam mendukung pelaksanakan progrm pemeritah khususnya program vaksinasi," kata Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Mohamad Zaenal, SE., MM., M.Soc., Sc, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Mako Lantamal V, Kamis (25/02/2021).
 
Lebih lanjut Danlantamal V menyampaikan, pemberian vaksin tersebut merupakan vaksinasi tahap pertama. Dan dilaksanakan selama 3 hari tehitung sejak Rabu (24/02/2021) kemarin hingga Jumat besok.
 
"Tahap pertama ini dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. Selanjutnya untuk tahap kedua, akan dilaksanakan 28 hari sejak vaksinasi tahap pertama," katanya
 
Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Matra Laut Rumah Sakit Angkatan Laut (Kabagkesla Rumkital) dr. Oepomo Mayor dr. Agung menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi bagi 204 lansia merupakan kerjasama antara Rumkital dr. Oepomo dan Dinas Kesehatan Lantamal V.
 
"Ada 30 personel yang ditugaskan sebagai vaksinator. Petugas berasal dari gabungan antara Rumkital dr. Oepomo dan dinkes lantamal V," kata Agung.
 
Untuk teknis pelaksanaan vaksinasi dibagi menjadi empat bagian. Pertama pendaftaran peserta, kedua screning kesehatan peserta, ketika penyuntikan vaksin dan terakhir adalah tahapan observasi.
 
Untuk pendaftaran, petugas akan mencocokan data KTP dengan nomor induk kependudukan yang telah terdaftar pada sistem. Setelah data terverifikasi, maka peserta akan dipersilahkan untuk melakukan pengecekan kesehatan.
 
"Akan kami cek gula darahnya, tensi darah, ditanyakan apakah punya punya riwat penyakit jantung atau punya penyakit tumor. Kalau kondisi tidak dalam keadaan sehata maka kami akan sarankan untuk tidak melakukan vaksin," kata dr. Adinda, salah satu petugas screning kesehatan
 
Secara ideal kata dr. Adinda, gula darah paserta yang akan divaksin tidk boleh lebih dari 130. Sementara untuk tensi darah tidak boleh berada pada angka 180/100.
 
"Hingga hari ini ada sekitar 17 orang yang batal vaksin karena memiliki riwayat jantung dan gula darah yang mencapai 400," ucapnya
 
Setelah screning selalui dilkukan, peserta kemudian akan disuntik vaksin. Pasca disuntik, diarahkan lagi ke bagian observasi untuk dilihat reaksi vaksin terhadap kondisi tubuh peserta.
 
"Lama waktu sekitar 30 menit. Jadi kita tunggu reaksi, siapa tahu ada yang pusing, atau alergi. Kalau ada yang pusing, segera kita beri tindakan medis," kata Petugas Observasi Awaludin.
 
Sementara itu salah satu peserta vaksinasi Halim Hermanto mengaku penyuntikan vaksin laiknya orang digigit semut dan tidak terlaku terasa.
 
"Tadi saya sudah divaksin, gak ada rasa, seperti digigit semut saja. Saya juga sudah menunggu 30 menit dan tidak terjadi efek samping sehingga diperbolehkan untuk pulang," aku Halim.
 
Kepada seluruh masyarakat khususnya Surabaya, Halim mengingatkan untuk segera mendaftarkan diri sebagai penerima vaksin Covid-19.
 
"Ayo daftar untuk divaksin, karena ini bagian dari upaya kita membantu pemerintah memerangi virus corona," ucapnya mengajak. Sem