Selama Agustus 2021, Pendapatan Negara Capai Rp 123 Triliun

Kakanwil DPJb Jatim, Taukhid (kiri) dalam jumpa pers online bertemakan Perkembangan Implementasi Kebijakan Fiskal Pemerintah di Wilayah Jawa Timur, Jumat (10/9/2021).

 

SURABAYAPAGI, Surabaya- Di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di bulan Agustus 2021, ekonomi Jawa Timur tetap tumbuh positif. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Propinsi Jawa Timur, Taukhid dalam jumpa pers daring dengan tema Perkembangan Implementasi Kebijakan Fiskal Pemerintah di Wilayah Jawa Timur, Jumat (10/9/2021).  

 Menurut Taukhid, salah satu faktor tumbuhnya ekonomi Jatim karena daya beli masyarakatnya stabil. Hal ini dikarenakan masyarakat Jatim ‘dikepung’ berbagai bantuan dari pemerintah selama masa pandemi dan PPKM.

 “Salah satunya bantuan Program Keluarga Harapan atau PKH, ini anggarannya dari Kementerian Sosial, bukan dari kami (DJPb). Dan masih beberapa bantuan lainnya. Ini yang menyebabkan daya beli masyarakat Jawa Timur stabil di masa pandemi,”ucap Taukhid.

 Taukhid menjelaskan, Pendapatan Negara hingga 31 Agustus 2021 mencapai Rp123,79 Triliun, tumbuh positif secara nominal sebesar 15,47% dibandingkan realisasi periode yang sama TAYL sebesar Rp107,21 Triliun.

 “Realisasi Belanja Negara sampai 31 Agustus 2021 mencapai Rp77,74 Triliun atau 63,62% dari Pagu alokasi sebesar Rp122,20 Triliun,” tukas Taukhid dalam di depan wartawan dalam acara yang dikonsep webinar ini.

 Namun memang, Taukhid mengakui, pertumbuhan ini masih di bawah angka pertumbuhan di tahun 2019 di bulan yang sama. “Sebab saat itu (2019) kan memang tidak ada pandemi,”tukasnya. 

Dalam kesempatan ini, Taukhid menjelaskan, selama masa PPKM di bulan Agustus, pihaknya tetap menyalurkan dana BOS reguler mencapai Rp4,46 Triliun. Dengan rincian tahap I untuk 27.590 sekolah (5.362.773 siswa) dan Tahap II 25.575 sekolah (5.280.223 siswa).

 Sama dengan Dana BOS, DJPB Jatim juga menyalurakan dana desa selama Agustsus. “Realisasi penyaluran Dana Desa sampai 31 Agustus 2021 mencapai 68,94% atau Rp5,28 Triliun dari pagu alokasi yang ditetapkan Rp7,65 Triliun,”jelas Taukhid.

 “Dana BOS, di masa PPKM dimanfaatkan untuk pembuatat media-media pembelajaran, agar pembelajaran online efektif. Lalu juga ada untuk pembelian pulsa dan lain-lain,”imbuh Taukhid.

 Selain itu, juga ada Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. “Realisasi BLT Dana Desa sampai dengan 31 Agustus 2021 telah disalurkan sebesar Rp1,47 Triliun atau 71,69% dari proyeksi BLT Tahun 2021),”ucapnya.

 Sementara untuk realisasi Kredit Program hingga 31 Agustus, menurut Taukhid,  sebesar Rp30,34 triliun kepada 1.014.852 debitur. “Jumlah debitur tumbuh 58,58% dan jumlah penyaluran tumbuh 47,90% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. 

  Penyaluran Kredit Program dibagi dua. “Penyaluran KUR sebesar Rp29,95 T untuk 905.845 debitur dan UMi sebesar Rp385,59 Miliar untuk 109.107 debitur,” tegasnya lagi. Hanya saja, selama bulan Agustus ini, realisasi Pendapatan Negara di Jawa Timur mencapai Rp18,86 Triliun atau 6,82% dari target Tahun 2021.

 “Kinerja pendapatan tersebut turun jika dibandingkan bulan Juli 2021 yang mencapai Rp14,01 Triliun. Sepanjang tahun 2021, realisasi bulan Agustus 2021 merupakan realisasi terendah kedua setelah bulan Januari 2021,” kata Taukhid.rl