10 Kelompok Tani Tembakau Lamongan Terima Bantuan Alsintan

Bupati serahkan bantuan alsintan kepada perwakilan kelompok tani tembakau. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebanyak 10 m kelompok petani tembakau menerima bantuan  Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Bantuan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tersebut, diserahkan oleh bupati Yuhronur Efendi.

Penyerahan Alsintan ini dipusatkan di UPT Pelaksana Penyuluhan Pertanian Ngimbang. Ke 10 kelompok tani yang menerima bantuan itu adalah, Kelompok Tani Maju Jaya Desa Jatipandak Kecamatan Sambeng,  Hand Sprayer Elektrik kepada Kelompok Tani Bumi Asri Desa Sendangrejo  Kecamatan Ngimbang,  Hand Traktor kepada Kelompok Tani Karya Tani Samben Desa Kedungkumpul Kecamatan Sukorame. 

Selanjutnya, bantuan normalisasi jaringan irigasi tersier untuk kelompok tani Sumber Rejeki Yungyang Desa Yungyang Kecamatan Modo,  pompa air 5,5 HP kepada  kelompok tani Roso Asih Desa Banjar Kecamatan Bluluk, pupuk NPK tembakau kepada kelompok tani Karya Makmur Dungpoh Desa Lawak Kecamatan Ngimbang, peningkatan Jalan produksi kawasan perkebunan Desa Wateswinangun Kecamatan Sambeng 

Kemudian, diberikan kepada kelompok tani Rahayu Ngangkrik Desa Gebangankrik Kecamatan Ngimbang berupa alat perajang tembakau otomatis, pisau perajang cadangan dan generator/genset, bantuan berupa para-para kepada kelompok tani Sri Rejeki Desa Sewor Kecamatan Sukorame dan terpal plastik kepada kelompok tani Jaya Mulya Dua Desa Sumberdadi Kecamatan Mantup. 

Usai menyerahkan bantuan, Pak Yes berharap bantuan yang diberikan memberi kemanfaatan. Beliau juga mengajak untuk semangat dalam berproduksi. 

"Alhamdulillah produksi pertanian di Kabupaten Lamongan walaupun di tengah pandemi covid, produksinya tetap stabil dan meningkat. Ayo capaian itu terus kita pertahankan, pertanian, perkebunan semua. Karena Lamongan ini menjadi lumbung pangan Jatim dan nasional," ucap Pak Yes

Untuk mempertahankan capaian itu, Pemkab Lamongan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian terus mengupayakan produktivitas pertanian tetap baik. Termasuk juga penyediaan pupuk, supaya pupuk sampai di petani. 

"Kami melakukan berbagai upaya penyediaan pupuk. Selain kita juga menyiapkan langkah alternatif tentang pupuk ini. Termasuk bantuan DBHCHT yang jika dinominalkan setara 9 Milyar lebih. Monggo yang sudah menerima tadi dipakai dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya," pungkasnya. 

Pada tahun 2022 Kabupaten Lamongan mendapatkan alokasi DBHCHT sebesar 48 Milyar, yang dialokasikan pada bidang kesejahteraan masyarakat, hukum dan perlindungan, serta kesehatan. Dimana pada bidang kesejahteraan masyarakat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dialokasikan sebesar 13 milyar, dan 9,807 milyar diantaranya untuk peningkatan kualitas bahan baku yang baru saja diserahkan tadi.

Sementara untuk tahun 2023 mendatang, DBHCHT tersedia sebesar 68 miliar. Yang oleh Pemkab Lamongan akan dianggarkan pada bidang kesejahteraan masyarakat sebesar 50 persen, bidang penegakan hukum sebesar 10 persen dan bidang kesehatan sebesar 40 persen. jir