120 Bus BTS Mulai Beroperasi di Surabaya Akhir 2021

Layanan bus dengan skema buy the service (BTS) akan mulai beroperasi akhir tahun 2021 di Kota Surabaya. SP/RDSBY

SURABAYAPAGI, Surabaya – Layanan bus dengan skema buy the service (BTS) yang diinisiasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mulai beroperasi akhir tahun 2021 di Kota Surabaya . Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya akan akan mengoperasikan sebanyak 120 bus berkonsep BTS bantuan dari pemerintah pusat. "Insya Allah akhir tahun ini bisa beroperasi," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad, Rabu (26/5).

Nantinya ada enam rute yang diusulkan ke Kemenhub. Dari enam rute untuk 120 bus itu, nantinya setiap rute masing-masing dilewati 20 bus.

Enam rute tersebut yakni. Rute Terminal Purabaya – Kenjeran Park via Merr menjadi rute terjauh dengan jarak 51 km. Kemudian, rute Terminal Purabaya – Tanjung Perak via Darmo (44 Km), Raya Lidah Wetan – Karang Menjangan - ITS (46 Km), dan  Gelora Bung Tomo – Unesa Lidah Wetan – Mastrip (49 Km). Serta, Terminal Benowo – Tunjungan (43 Km) dan Terminal Purabaya – Unair Kampus C (43 Km). 

Dengan adanya tambahan enam rute ini, lanjut dia, pihaknya berharap semua tujuan di Kota Surabaya bisa terlayani lebih  merata. Selain itu, pelayanan lebih menjangkau semua wilayah dan antarkesediaan bus setiap halte akan lebih pendek. "Kalau sekarang 30 menit, mungkin nanti bisa 10 sampai 15 menit," kata Irvan.

Bus tersebut, selanjutnya disinergikan dengan Surabaya Bus dan angkutan kota (angkot) yang sudah ada. Sehingga angkot akan menjadi pengumpan bagi Surabaya bus ke depan. Untuk sistim pembayaran, kata dia, nantinya ada subsidi dari pemerintah pusat dan sebagian dari penumpang yang menggunakan sistim non-tunai.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono mengatakan bus bantuan pemerintah pusat ini berbeda dengan bus lainnya, karena deknya rendah, sehingga memudahkan warga untuk naik maupun turun. "Bus sudah didesain sebagus mungkin agar bisa menarik masyarakat untuk naik," katanya.

Untuk bahan bakar, lanjut dia, ada yang menggunakan BBG, ada juga yang menggunakan listrik dengan tujuan untuk mengurangi polusi udara. "Dengan adanya kenyamanan itu, warga nantinya beralih dari sistem transportasi pribadi ke transportasi umum," kata Baktiono.

Sebagai informasi, bus BTS merupakan layanan angkutan umum yang dilakukan pemerintah dengan membeli layanan yang disediakan operator.

Dengan sistem ini, pembelian layanan dihitung berdasarkan formulasi biaya pokok yang akan menghasilkan nilai rupiah per kilometer. Dengan demikian, pihak operator nantinya tetap dibayar berdasarkan nilai tempuh dalam rupiah per kilometer. nt/na