178 Rumah Tidak Layak Huni di Lamongan Mulai Dikerjakan

Danrem, bupati, Wabup Dandim, Kapolres meletakkan batu pertama renovasi RTLH. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebanyak 178 rumah tidak layak huni (RTLH) di Lamongan mulai dikerjakan, kerjasama Pemkab Lamongan dan TNI yang ditandai dengan peletakan batu pertama renovasi rumah milik Paini warga Lingkungan Trisnomulyo Kelurahan Sidoharjo Lamongan, Selasa (24/5/2022).

Rumah tidak layak huni tersebut sebanyak 90 diantaranya berasal dari Pemkab Lamongan, berjumlah 88 rumah dari Kodam V Brawijaya, yang secara keseluruhan di Jawa Timur renovasi rumah di lakukan di beberapa daerah dengan jumlah total 1952 rumah. "Jadi renovasi rumah ini hasil kerjasama dan kolaborasi antara Pemkab dan TNI dalam hal ini Kodam V Brawijaya yang dieksekusi oleh Kodim 0812," terang bupati.

Bupati berharap, direnovasinya rumah-rumah tidak layak huni ini akan mampu memberikan kemanfaatan dan kenyamanan pada masyarakat Lamongan yang membutuhkan. "Mudah-mudahan dengan pembangunan rutilahu ini akan semakin memberikan manfaat pada masyarakat Lamongan khususnya, supaya rumahnya semakin layak huni dan tentu akan menjadi rumah yang sehat yang bisa meningkatkan produktivitas bagi masyarakat," harapnya.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto secara virtual dalam kegiatan launching serentak dimulainya renovasi rutilahu, bahwa akan ada 1952 rumah yang akan direnovasi di Jawa Timur.

"Kegiatan ini rutin dilaksanakan setahun sekali. Untuk tahun ini kita akan melaksanakan renovasi rumah tidak layak huni sebanyak 1952 unit yang tersebar di 11 Kodim dan ada 210 kegiatan jambanisasi atau pembuatan jamban di 4 Kodim di Provinsi Jawa Timur," terangnya.

Program Ini merupakan kegiatan yang luar biasa dengan dukungan dari Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan pangdam 5 Brawijaya. 

Hadir dalam kesempatan peletakan batu pertama adalah Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Unang Sudargo, dan Dandim 0812 Lamongan. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI sehingga program rutilahu ini terus ada di Kabupaten Lamongan.

"Kami dari Pemda terus mendampingi program ini. Tahun ini dari Pemda Lamongan ini ada sekitar 90 rumah yang juga membersamai program rutilahu TNI yang jumlahnya sekitar 178 rumah di Lamongan," ungkap Pak Yes.

Adapun yang menjadi sasaran renovasi rutilahu ini adalah kategori rumah tangga miskin yang masuk dalam  6 indikator kemiskinan. Indikator tersebut adalah lantai rumah yang masih berupa tanah, dinding rumah terbuat dari bambu/sesek/gedek, tidak memiliki jendela dan ventilasi udara, tanah adalah milik pribadi dan tidak bermasalah, tidak memiliki aset selain rumah sebesar kurang lebih 500 ribu rupiah, memiliki penghasilan tidak tetap yaitu buruh serabutan atau di bawah upah minimum kabupaten/kota yang bersangkutan, dan janda atau kaum jompo. jir