183 Warga Isoman Dipindah ke Pusat Isoter

Satgas covid-19 saat meninjau isoter.

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - banyaknya rumah sakit yang penuh pasien covid-19 membuat sejumlah pasien covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang memilih isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Pasien covid-19 yang melakukan isoman di rumah sangat berbahaya dan rawan penularan (beresiko memunculkan klaster baru). oleh karenanya, satgas covid-19 kabupaten pasuruan memindahkan 183 pasien covid-19 yang isoman di rumah ke tempat isolasi terpusat (isoter) di kecamatan, tepatnya di SD dan SMP yang telah disulap menjadi tempat isoter pasien covid-19.

Sekretaris Satgas COVID-19 Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya menegaskan isoman di rumah tak boleh dilakukan lagi mengingat banyak yang tak memperhatikan protokol kesehatan, bahkan banyak yang keluar rumah seenaknya. Padahal hal tersebut sangat berbahaya lantaran berpotensi menularkan pada orang yang sehat atau yang dalam kondisi memiliki penyakit.

"Sekarang ini proses penularan tertinggi justru dari isolasi mandiri yang tidak dilakukan dengan baik. Prokesnya tidak diterapkan karena menganggap sakit biasa saja," kata Anang, Rabu (28/7/2021).

Sekda Pemkab Pasuruan memastikan di tempat isoter setiap pasien akan dipantau dokter dalam hal asupan obat dan multivitamin. Makanan juga dijamin tiga kali sehari.

"Anggaran mamin diambilkan dari 8 persen refocusing DD (Dana Desa) maupun BTT (biaya tidak terduga) APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2021. Anggaran sudah ada. Tinggal pelaksanaannya saja," jelas Anang.

Sementara Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz meminta masyarakat yang isoman bersedia masuk ke tempat isoter. Dia juga meminta penanganan pasien dilakukan dengan baik.

"Tempat sudah siap, tinggal bagaimana teknis agar bisa menghimbau masyarakat yang isoman bersedia masuk ke isolasi terpusat. Di samping itu dalam merawat pasien di isoter harus betul-betul hati-hati dan sesuai prosedur, baik pengamanannya maupun dari segi penanganan kesehatannya," kata Erick.