2 Perguruan Silat Bentrok di Surabaya, 3 Orang Luka-luka

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tawuran antar perguruan silat kembali terjadi di Kota Surabaya, Minggu (25/09/2022) sekitar pukul 00.30 WIB. Bentrokan terjadi di jalan Jenderal Basuki Rachmat no 126-128, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya.

Dalam aksi tersebut dikabarkan 3 orang menderita luka-luka. Ketiganya berjenis kelamin laki-laki diantaranya AB (18) warga Surabaya mengalami luka robek di bagian kepala. Kemudian AD (18) warga Sidoarjo juga mengalami luka robek di bagian kepala. Dan SF (16) warga Gresik mengalami luka parut di bagian lutut kedua kakinya.

Rio salah satu saksi mata mengatakan, aksi ini juga merusak satu mobil pengunjung yang sedang nongkrong dan warung-warung yang berjualan di sekitar Jalan Basuki Rahmat.

“Rusak semua ini mas, tadi ada satu mobil sama beberapa motor yang rusak,” imbuhnya.

Dari informasi yang dihimpun bentrokan disebut melibatkan perguruan silat PSHT dan Kera Sakti. Saat bentrokan tersebut juga diunggah pada akun intagram @samaptapolrestabessby. 

Dari unggahan tersebut, bentrokan ini terjadi sekitar pukul 01.13 WIB di pinggir jalan raya tepat di depan BRI tower dan Hotel Bumi Surabaya.

"Tim Patroli Sat samapta Polrestabes Surabaya, Raimas 1.2, Patmor 1.2 dan, Respatti menemukan rombongan komunitas silat melewati Jl. A Yani. Selanjutnya dilakukan pengawalan, dan saat di Jl. Basuki Rahmat terjadi bentrok antar komunitas silat. Lanjut dilakukan pembubaran secara tegas dan terukur,"

Sementara itu dari unggahan instagram @call112surabaya, yang terlihat dalam bentrokan kurang lebih 70 orang lebih. "Mulai dari pengerusakan hingga pelemparan batu dilakukan, Petugas gabungan dari kepolisian dan Pemkot Surabaya menuju ke lokasi, Iangsung gerombolan tawuran membubarkan diri," tulusnya.

Plt Kepala BPBD Kota Surabaya Ridwan Mubarun mengatakan Petugas gabungan dari BPBD Kota Surabaya dan Satpol PP Kota Surabaya sudah melakukan upaya pembubaran aksi bentrokan meksipun beberapa petugas sempat menjadi sasaran pelemparan batu.

"Petugas gabungan dari jarping melakukan penghimbauan serta pembubaran dengan hati-hati dikarenakan sebagai para pelaku masih melempari batu ke petugas dan tak segan-segan melukai petugas," ujarnya, Minggu (25/9/2022).

Insiden bentrokan tersebut bermula saat sebuah kelompok perguruan silat melakukan pertemuan di salah satu warung kopi (warkop) kawasan jalan tersebut, sekitar pukul 00.34 WIB.

Ternyata ada kelompok perguruan silat lain yang sempat melintas di kawasan jalan tersebut, dan diduga melakukan aksi provokasi dengan membunyikan mesin motor secara kencang (mbleyer), beberapa kali.

Aksi tersebut menjadi pemicu bentrokan antara kedua kelompok perguruan silat di ruas jalan tersebut, dengan aksi pelemparan batu dan berujung pengeroyokan.

"Disaat bersamaan melintas dari pihak perguruan silat (kelompok lain) melintas di Jalan Basuki Rahmat dengan memprovokasi bleyer-bleyer sebagai kendaraan dan melempari batu alhasil sebagai bentrokan tidak terhindarkan antara kedua belah pihak dari perguruan silat itu," terangnya.

Petugas gabungan dari Satpol PP, BPBD dan anggota kepolisian, melakukan upaya pengamanan wilayah terjadinya aksi bentrokan, sekitar pukul 01.30 WIB.

Hasilnya, ungkap Ridwan, petugas gabungan sempat mengamankan lima orang anggota perguruan silat yang sebelumnya diduga terlibat bentrokan, di kawasan Jalan Tunjungan.

"Perkembangan terakhir saat ini mendapati taruna dari Projopati Bubutan menangkap 1 orang pelaku tawuran dari perguruan silat (salah satu kelompok), disusul di seputaran Jalan Tunjungan tertangkap 4 orang dan langsung diamankan di Polsek Genteng guna di selidiki lebih lanjut," pungkasnya. ari/ham/rmc