2 Sungai Besar Meluap, 8 Desa Terendam Banjir

Salah satu desa yang terdampak banjir.

 

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Dua sungai besar di Jombang meluap yang mengakibatkan 8 desa di 3 kecamatan terendam banjir. Dua sungai yang meluap yakni sungai Pancir Gunting dan Catak Banteng.

Banjir mulai merendam pemukiman penduduk pada Kamis (1/4) sekitar pukul 19.30 WIB. Salah satu wilayah yang terendam yakni Dusun Kebondalem. Ketinggian air bahkan mencapai 2 meter.

“Kemarin malam banjir paling dalam sampai 2 meter. Sekarang tinggal di jalan-jalan 30-60 cm,” kata kepala dusun Kebondalem Irwan Susanto, Jum’at (2/4).

Ia menambahkan, atas kejadian tersebut, sebanyak 659 KK di Desa kademangun terdampak banjir. Namun ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.

Karena ketinggian yang mencapai 2meter, beberapa warga sempat mengungsi ke balai desa setempat. Namun, mereka telah kembali ke rumahnya masing-masing pada keesokan paginya untuk membersihkan material lumpur yang dibawa banjir.

Ia menyebut, banjir kali ini disebabkan dua sungai besar yang meluap karena tidak mampu menampung debit air dari wilayah hulu. Yakni di kecamatan Wonosalam, Jombang dan Kandangan Kediri.

Supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang Stevie Maria menuturkan, hingga pukul 08.00 WIB, banjir masih menggenangi 8 desa di 3 kecamatan. Yaitu di Kecamatan Mojoagung, Mojowarno dan Sumobito.

Di wilayah Mojowarno, banjir terjadi di Dusun Tegalsari-Desa Wringinpitu dengan ketinggian 20-40 cm dan Dusun Karangkletak-Desa Catakgayam dengan ketinggian 5-10 cm. Di wilayah Mojoagung banjir terjadi di Dusun Kebondalem dan Pekunden-Desa Kademangan dengan ketinggian 40-60 cm. Di Dusun Betek Utara-Desa Betek ketinggiannya 20-30 cm dan Dusun Kagulan-Desa Janti ketinggiannya 10-20 cm.

Sedangkan di wilayah Sumobito, banjir terjadi di Dusun Talunlor-Desa Talunkidul dengan ketinggian 60-100 cm. Lalu di Dusun Grudo-Desa Madyopuro 50-80 cm, serta di Dusun Ngrambe-Desa Kendalsari 40-50 cm.

Stevie membenarkan banjir di 8 desa itu akibat meluapnya Sungai Pancir Gunting dan Catak Banteng. "Curah hujan tinggi dengan durasi waktu yang lama pada hampir semua wilayah hulu. Kondisi sungai baik, tapi tidak mampu menampung debit air yang sangat tinggi," pungkasnya.