21.000 Benih Lobster Dilepasliarkan di Banyuwangi

Ilustrasi benih lobster

 

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - 21.000 benih bening lobster hasil sitaan di dilepasliarkan di Kawasan Konservasi Perairan Bangsring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Tb. Haeru Rahayu dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (9/5), menyatakan bahwa benih lobster itu merupakan hasil sitaan dari rencana penyelundupan ekspor yang diungkap oleh petugas.

Haeru Rahayu menjelaskan bahwa KKP melalui Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut terus berupaya melakukan sosialisasi untuk menghindari kejadian serupa serta mencegah benih-benih lobster ini diselundupkan ke luar negeri.

"Benih lobster bila dapat dibudidayakan dan dibesarkan di dalam negeri, harga jualnya akan tinggi dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan dan pembudi daya," ucapnya, Minggu (9/5).

Sementara itu, Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso menambahkan bahwa pelepasliaran benih lobster sebaiknya dilakukan dalam kawasan konservasi perairan yang dikelola baik daerah maupun pusat.

Permana menuturkan mengingat lokasi benih lobster ini berada di wilayah Banyuwangi serta mempertimbangan agar benih lobster tidak stres dan mati jika dilepasliarkan secepatnya di alam liar, maka lokasi kawasan konservasi yang terdekat berada di Perairan Bangsring, Banyuwangi menjadi pilihan terbaik.

Yudi mengungkapkan tujuan akhir pengiriman benih lobster tersebut adalah Vietnam. Berdasarkan penyelidikan dan perhitungan nilai ekonomi, diketahui penggagalan ini berhasil menyelamatkan kekayaan negara sebesar Rp1,5 miliar.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengingatkan bahwa benur lobster sudah dilarang untuk diekspor.

Di bawah komando Menteri Trenggono, KKP bertekad memperkuat budi daya lobster dalam negeri dan ekspor lobster jika sudah mencapai ukuran konsumsi.