25 Bocah Korban Pelecehan Ustad Didampingi untuk Pulihkan Psikologisnya

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga saat berkunjung ke mapolresta Sidoarjo, Senin (14/6).

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - 25 santri korban sodomi yang dilakukan ustadz di Sidoarjo dipastikan akan mendapat pendampingan untuk pemulihan psikologis. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga saat berkunjung ke mapolresta Sidoarjo, Senin (14/6).

 “Kami mengapresiasi kerja keras Polresta Sidoarjo atas penegakan hukum kepada pelaku. Yang terpenting adalah pemulihan psikologis bagi para korban. Saat ini 25 korban yang masih anak-anak tersebut ditempatkan penampungan sementara yang aman,” terangnya.

Secara bertahap, kata Bintang, prioritas trauma healing serta rehabilitasi psikologis akan diberikan kepada para korban dengan kondisi paling berat.

Bintang menambahkan, proses asesmen dan pendampingan telah dilakukan oleh jajaran Sahabat Perempuan dan Anak (Sapa), serta dinas yang terkait di tingkat kabupaten dan provinsi. “Kasus ini harus dikawal dan ditangani dengan tepat, agar para korban tidak mengalami trauma berkepanjagan sehingga mereka bisa segera beraktivitas seperti sedia kala,” lanjutnya.

Bintang menegaskan, peristiwa di Sidoarjo ini harus dijadikan evaluasi bagi pemerintah pusat, daerah serta masyarakat agar berperan aktif mengawasi, meskipun telah mempercayakan anaknya kepada pihak lain untuk menempuh pendidikan.

Seperti diketahui, oknum Ustaz bernama Aska Muhammad Arifin Hamidullah (30), tega mencabuli para santrinya yang semuanya bocah yatim, piatu, dan dhuafa. Aksi keji sang ustaz telah dilakukan sejak tahun 2016 lalu. Ia leluasa berbuat cabul karena tinggal dalam satu rumah dengan 25 bocah malang tersebut.