26 Ribu Ton Impor Daging Beku Masih Tertahan di India

Daging kerbau impor dari India. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kebijakan impor daging kerbau beku dari India tetap akan direalisasikan meski angka penularan Covid-19 di India cukup tinggi, lantaran alternatif negara eksportir daging sulit ditemukan karena keterbatasan pasokan secara global

Fokus pemerintah saat ini mengamankan kebutuhan untuk perayaan Idul Fitri pada Mei mendatang. Jika ingin mencari alternatif, tentunya harus mendatangkan pasokan dari negara terdekat, seperti Australia. Namun, di saat yang bersamaan, Australia juga sedang mengalami keterbatasan pasokan selain dari harga yang cukup tinggi sehingga mencari alternatif di negara India.

Sementara itu, Deputi Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Perekonomian, Musdalifah, mengatakan, pemerintah telah memberikan alokasi kepada BUMN untuk melakukan impor dari India pada tahun ini.

Alokasi tersebut, hingga saat ini harus terus dilaksanakan karena belum ada perubahan kebijakan pemerintah. Diketahui, BUMN yang ditugaskan mengimpor daging kerbau yakni Perum Bulog sebanyak 80 ribu ton untuk tahun 2021.

Musdalifah mengatakan, penambahan pasokan direncanakan bisa dilakukan hingga pekan pertama Mei atau paling lambat pekan ketiga. Itu berpatokan pada momen Idul Fitri yang kemungkinan jatuh pada 13 Mei 2021.

"Ada 26 ribu ton kita tahan karena jangan sampai nanti timbul pandangan membawa virus Covid-19. Kita harus saling menjaga, tidak mengejar keuntungan saja," ujarnya menambahkan, Rabu (28/4/2021).

Sementara itu, pemerintah terus memobilisasi sentra-sentra produksi lokal, baik di perusahaan penggemukan sapi atau feedloter maupun peternakan sapi.

Sebelumnya, Perum Bulog menyatakan menunda sementara pemasukan impor daging kerbau India lantaran situasi penyebaran Covid-19 yang melonjak drastis dalam beberapa waktu terakhir. Importasi akan dilanjutkan jika situasi Covid-19 mulai mereda sehingga keamanan daging bisa terjaga. Dsy20