2.622 Kendaraan Diminta Putar Balik saat Larangan Mudik

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol J.E. Isir saat menggelar rilis. SP/Mahbub Fikri

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tercatat 2.622 kendaraan yang harus putar balik selama arus mudik 2021 di Surabaya. Hal itu terjadi sejak dilakukannya penyekatan di wilayah perbatasan kota Surabaya mulai tanggal 6-17 Mei 2021.

Penyekatan sendiri masih dilakukan kepolisian hingga tanggal 24 Mei mendatang. Kegiatan tersebut merupakan pengetatan pascamudik tahun 2021.

Sesuai aturan pengetatan terbaru, mobilitas kendaraan dari luar Surabaya tetap diperbolehkan masuk selama dalam wilayah Aglomerasi yakni Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto.

Namun begitu, untuk kendaraan dari luar wilayah Aglomerasi tetap diperbolehkan masuk asal melengkapi dokumen berupa rapid test maupun swab antigen.

“Harus ada hasil rapid test antigen atau PCR,” ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol J.E. Isir, Selasa (18/5)

Selain itu, kepolisian juga memberikan kemudahan bagi para pekerja dari luar wilayah Aglomerasi dengan menunjukkan surat keterangan kerja yang bisa dipertanggungjawabkan dari perusahaan tempatnya bekerja.

“Selain surat keterangan kerja, kami nanti juga menyediakan stiker yang akan ditempel pada kendaraan yang digunakan untuk bekerja. Baik roda empat, dua ataupun lebih yang berasal dari luar wilayah aglomerasi,” terangnya.

Selain itu, bagi warga luar wilayah Aglomerasi yang masuk ke Surabaya dengan keperluan pekerjaan akan diberikan swab test antigen secara gratis yang disediakan di beberapa pos check point yang ada di Surabaya.

Sebelumnya Polrestabes Surabaya masih akan tetap memberlakukan pembatasan untuk kendaraan dari luar Rayon I (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto) hingga 24 Mei mendatang.

Ini menyusul berakhirnya penyekatan larangan mudik dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2021 yang resmi berakhir, hari ini Senin (17/5).

Penyekatan arus lalu lintas itu dilakukan di 13 titik pintu masuk Kota Surabaya. Ke-13 titik penyekatan tersebut berbatasan dengan dua kota yakni Sidoarjo dan Gresik. fm