3 Bandit Bersajam Ditangkap, 1 Dilumpuhkan

Polisi menunjukkan para pelaku dan barang bukti senjata tajam yang diamankan.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tiga orang komplotan bandit bersenjata tajam (bersajam) yang mencuri motor di Jalan Asempayung Gang BPM, Sukolilo, Surabaya akhirnya diringkus. Satu di antaranya dilumpuhkan kakinya dengan tembakan.

Ketiga bandit itu diburu setelah teridentifikasi mencuri motor Honda Scoopy bernopol L 5406 DB milik Angga (28) sekitar pukul 03.00 WIB, Jumat (7/1/2022).

Tiga orang diamankan Tim Anti Bandit Polsek Sukolilo masing-masing Yulianto alias Yuli (40) dan Fatkhul Putra Lesmana (22), warga Jalan Tanah Merah Gang II.

Yuli terpaksa ditembak pada kakinya seusai mencoba melawan polisi menggunakan parang.

Padahal, dua kali tembakan peringatak ke udara sudah diletuskan polisi ke udara.

Tersangka lain dari komplotan ini adalah Rasyam Mandela, warga Jalan Kalilom Lor, Gang Pandan Wangi II.

Sementara satu pelaku lain berinisial AR alias Bleki berhasil kabur.

Saat ini, anggota masih melakukan pengejaran terhadap AR yang diduga masih di Kota Surabaya.

"Kami juga terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap tersangka YL. Itu setelah dia berupaya melakukan perlawanan saat dibekuk," kata Kapolsek Sukolilo Kompol Muhammad Sholeh didampingi Kanitreskrim AKP Zainul Abidin, Jumat (14/1/2022)siang.

Ketiga pelaku ini selalu mempersiapkan diri dengan parang yang diselipkan di balik jaket saat melakukan aksinya.

Mereka tak segan melukai korban jika merasa terancam saat mencuri motor.

"Selain curanmor juga kemungkinan begal. Kami masih dalami. Kami juga sedang mencari laporan di polsek-polsek di Surabaya untuk memastikan track record para pelaku ini," tandasnya.

Saat beraksi mereka secara bergantian memainkan peran.

Pada saat mencuri honda Scoopy L 5406 DB, para pelaku berboncengan empat menggunakan satu motor yamaha mio berkeliling.

Mereka berbagi tugas, dua orang turun dari motor untuk mendekati motor korban.

"Tersangka YL mengawasi, sementara tersangka Bleki yang kabur itu sebagai eksekutor," tandasnya.

Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa uang hasil pencurian motor digunakan para tersangka untuk berfoya-foya.

"Komplotan ini diduga telah mencuri motor di empat TKP. Saat ini masih kami kembangkan," tambah dia.

Dari komplotan ini juga disita barang bukti dua unit motor milik korban dan pelaku, senjata tajam dan kunci letter T yang dipakai untuk mencuri motor.