30 KK di Banyuwangi Alami Krisis Air Bersih

BPBD mendistribusikan air bersih kepada warga.

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Bantuan air bersih terus disalurkan BPBD Banyuwangi kepada warga di Desa Sumberagung yang terdampak air sumur yang kotor dan tak layak konsumsi. Per hari, BPBD Banyuwangi mendistribusikan 4.000 liter air bersih kepada warga.

Kasi Kedaruratan BPBD Banyuwangi, Ponirin mengatakan, sudah tiga hari ini BPBD mendistribusikan air bersih untuk kawasan yang terdampak air yang kotor. Per hari, pihaknya mendistribusikan 4.000 liter.

"Sudah 3 hari ini kami distribusikan air bersih. Rata-rata per hari 4.000 liter," ujarnya, Rabu (3/11/2021).


Selain air bersih, pihaknya juga menyediakan tandon air 2.200 liter untuk stok air bersih. Air bersih yang didistribusikan ini untuk sekitar 30 KK warga yang terdampak.

"Tandon untuk air bersih agar kita bisa melakukan pengisian selama seminggu. Itu untuk stok selama semingguan. Nanti kita akan isi lagi jika habis," tambahnya.

Warga Pulau Merah, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, berharap adanya program saluran air bersih. Karena kondisi air disekitar tempat tinggal mereka terasa asin dan sedikit kotor. Namun sayang, harapan mereka mendapatkan air bersih terkendala dengan adanya penolakan beberapa warga Pancer.

Sebenarnya wilayah setempat tidak sedang mengalami kesulitan air. Keseharian, masyarakat menggunakan air dari sumur masing-masing. Namun kualitasnya kurang bagus. Ada yang airnya keruh dan rasanya asin. Ada pula yang saat digunakan mencuci, warna pakaian putih bisa berubah kekuningan.

Kondisi itulah yang membuat warga Pulau Merah, sangat mengharapkan adanya program saluran air bersih. Hingga mendorong adanya pembentukan Pokmas HIPPA 'Suko Tirto'. Terlebih Pulau Merah memang merupakan daerah jujugan wisatawan nasional maupun internasional.