30 Perguruan Silat Komitmen Jaga Kamtibmas Jember yang Kondusif

Forum perguruan silat yang bertema "Berkomitmen Bersama Menjaga Keutuhan NKRI". SP/ DIK

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebanyak 30 perguruan silat se-Kabupaten Jember berkumpul di Pendapa Wahyawibawagraha untuk bersama-sama berkomitmen menjaga kamtibmas yang kondusif.

Kesepakatan ini difasilitasi Forkopimda dengan mengumpulkan para ketua perguruan silat dalam satu forum yang bertema "Berkomitmen Bersama Menjaga Keutuhan NKRI".

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan seluruh perguruan silat di Jember sudah menyepakati keputusan bersama dan menandatangani pakta integritas untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

“Semua pasti ada hikmahnya. Dari beberapa kejadian atau peristiwa antar perguruan tentunya itu tidak kami harapkan. Kami ingin seluruhnya fokus, apalagi tahun depan Jember sebagai tuan rumah Porprov Jatim,” ujarnya, Kamis (10/6/2021).

Pemkab Jember akan menyelenggarakan kompetisi bagi perguruan silat sebagai persiapan Porprov tersebut.

Sementara Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin mengungkapkan, di tahun 2021 terdapat 10 kejadian yang melibatkan sejumlah oknum dari perguruan silat. Hal ini perlu mendapat perhatian serius semua pihak agar gesekan yang acap terjadi tidak terulang.

Dirinya mengingatkan, ada efek berkepanjangan yang terjadi bila perseteruan tersebut masih terjadi, salah satunya yang akan dialami oleh oknum yang diamankan polisi.

"Kesalahan yang diperbuat adik-adik (pesilat) ini berimplikasi besar bagi mereka ketika tengah diproses melalui peradilan. Karena mereka harus mengalami dunia baru seperti penahanan itu akan mempengaruhi kehidupan selanjutnya," ujarnya.

Pengaruh tersebut, lanjut Arif, ketika mereka dikumpulkan dengan orang-orang di tahanan dengan beragam kasusnya, dikhawatirkan akan merasuk ke pikiran dan ketularan pengaruh negatif.

"Efeknya sedikit banyak mungkin akan mempengaruhi ke depannya. Yang mungkin tadinya dia tidak mengenal dunia narkoba tapi ketika di lapas hampir 70 persen pengedar narkoba, ini yang berbahaya dan dikhawatirkan ketika keluar (lapas) nanti tambah buruk," jelasnya.

Ia mengapresiasi forum yang digagas Forkopimda Jember dengan mengumpulkan semua perguruan silat dan melakukan ikrar sekaligus menandatangani komitmen bersama untuk menjaga kondusifitas kamtibmas.

"Insyaallah setelah acara ini kita akan bisa berbuat lebih baik lagi bersama-sama menjaga Jember. Apa yang dilakukan bupati dan wakil bupati ini merupakan tonggak sejarah Kabupaten Jember," tandasnya. (dik)