300 Hektar Tanaman Sorgum Lamongan Bisa Hasilkan 1.944 Ton

Bupati saat panen raya sorgum di Desa Puncakwangi Kec Babat Lamongan. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Tanaman sorgum di Lamongan cukup potensi secara ekonomis dan layak untuk terus dikembangkan. Saat ini tanaman yang bisa digunakan sebagai beras dan popcorn ini setahun produktivitasnya mencapai 1.944 ton dari 300 hektar.

Hal itu disampaikan oleh bupati Yuhronur Efendi, dalam acar secara virtual panen raya serentak berbagai komoditi oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan melaksanakan panen raya sorgum di Desa Puncakwangi Kecamatan Babat, Senin (25/10/2021).

Disebutkan oleh Yuhronur, Sorgum merupakan salah satu komoditas pangan sangat potensial guna mendukung diversifikasi pangan. Kabupaten Lamongan mempunyai potensi tanam sorgum seluas 300 hektar. Pasca panen sudah dilaksanakan, ada beras, popcorn dan beberapa pengolahan lain, ada kecap juga, ini berarti tanaman sorgum ini cukup memberikan nilai tambah bagi petani.

Bupati juga mengungkapkan apa yang menjadi keinginan dan kendala terkait tanaman sorgum di Kabupaten Lamongan. “Kami ingin ada industri yang bergerak dengan basis sorgum, karena sorgum ini termasuk salah satu komoditi pangan yang sangat bermanfaat , mempunyai kadar kalori yang rendah. "Mudah-mudahan nanti ada bantuan sarana prasarana yang dapat digunakan petani sorgum ini untuk industri olahan yang lebih lengkap,” imbuhnya.

Sorgum atau jagung cantel atau orean telah puluhan tahun dikenal oleh masyarakat Lamongan, dengan sentra sorgum sebagai identitas komoditas tanaman lokal adalah Kecamatan Babat. Memiliki potensi lahan 211 hektar dengan produktivitas rata-rata 6,48 ton per hektar, dihasilkan produksi sebesar 1.264 ton biji sorgum.

 

Sementara itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam diskusi virtual dengan bupati Lamongan mengungkapkan dalam rangka Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diperingati setiap 16 Oktober, Kementerian Pertanian RI melakukan panen serentak secara virtual di seluruh Indonesia, di  41 titik lokasi salah satunya Kabupaten Lamongan.

Diungkapkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, komoditi yang akan ditanam-panen berupa tanaman pangan jagung, sorgum, kedelai, kacang tanah, perkebunan kelapa sawit dan kakao, hortikultura, cabe, tomat, brokoli, bawang merah, dan bunga hias. Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Jokowi dalam memastikan ketersediaan pangan.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, hal ini merupakan upaya kita dalam memastikan ketersediaan bahan pangan, menjaga stabilitas harga, dan menyiapkan kesejahteraan pertanian,” ucap Syahrul Yasin Limpo. jir