Hari Pertama Larangan Mudik

3.169 Kendaraan Dihalau Masuk Jatim

Kendaraan yang melewati Suramadu, diperiksa dan disuruh balik oleh petugas. SP/Patrick

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Larangan mudik yang resmi diberlakukan pada Kamis (6/5) kemarin rupanya masih banyak warga yang bandel untuk tidak mudik. Buktinya, dihari pertama aturan larangan mudik, sebanyak 3.169 kendaraan yang hendak masuk jatim diminta putar balik oleh petugas.

Ribuan kendaraan ini diminta putar balik di sembilan titik penyekatan di Jatim.

"Kendaraan yang keluar atau masuk provinsi Jatim akan dilaksanakan pemeriksaan pos screening. Bila mana terindikasi mudik akan diputar balik sesuai ketentuan yang berlaku," kata Dirlantas Polda Jatim Kombes Latif Usman di Surabaya, Jumat (7/5/2021).

Ia merinci, di delapan titik penyekatan perbatasan Jatim-Jateng ada 971 speeda motor, 1.386 mobil penumpang, 188 bus, 287 mobil barang dan 35 kendaraan khusus yang diputar balik.

Lalu, penyekatan di batas Jatim-Bali atau di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Latif menyebut ada 152 sepeda motor, 130 mobil penumpang, dan 20 mobil bus yang diputar balik.

Saat disinggung soal alasan ribuan kendaraan diputar balik, Latif mengatakan karena pengendara tersebut tak membawa sejumlah persyaratan. Mulai dari surat bebas COVID-19 hingga surat izin dari perusahaan.

Sementara bagi masyarakat yang membawa surat keterangan namun tak membawa surat keterangan bebas COVID-19, akan dilakukan rapid antigen di lokasi penyekatan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menambahkan, dari total ribuan kendaraan yang diminta putar balik jumlah pemudik sekitar 4.675 orang.

Sebagian pemudik yang melanggar dites Covid-19 dan hasilnya tiga pemudik positif dan 358 negatif Covid-19. Satu pemudik yang positif kemudian diisolasi di rumah sakit, dan dua pemudik yang positif isolasi mandiri.

 

120 Kendaraan

Di Surabaya sendiri, pada hari pertama larangan mudik petugas menggagalkan 120 kendaraan dari luar wilayah yang hendak masuk ke Surabaya. Dari 120 kendaraan tersebut didominasi kendaraan roda empat.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Candra mengatakan, kendaraan yang diputar balik rata-rata pengendaranya tidak bisa menunjukkan surat tugas, SIKM dan keperluannya tidak jelas.

"Enggak bisa menunjukkan surat identitas, surat tugas kayak gitu-gitu. Kan kita prioritas di luar L dan W. Ya mungkin tujuannya mungkin sekadar ketemu keluarga atau apa. Tapi ya tetap kita putar balik. Intinya tidak bisa menunjukkan surat SIKM," kata Teddy, Jumat (7/5/2021).

Teddy merinci, 120 kendaraan yang diputar balik oleh petugas gabungan terdiri dari 60 roda empat, 55 roda dua, 3 bus dan 2 mobil barang.

Sementara itu, di pos penyekatan larangan mudik di wilayah Sidoarjo puluhan kendaraan telah diminta putar balik.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji mengatakan, mulai Kamis (6/5) hingga Jum’at (7/5) ada lebih dari 50 kendaraan diminta putar balik dikarenakan perjalanannya tanpa tujuan jelas.

Di lokasi pos penyekatan di Waru dan pertigaan perbatasan Gempol tampak personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dishub dan para relawan berdiri memfilter kendaraan berplat nomor luar wilayah Sidoarjo.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali, mengapresiasi upaya yang dilakukan Polresta Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo, dan para stake holder terkait lainnya yang bersama-sama menjalankan instruksi pemerintah sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19. Dengan membuat pos check point penyekatan mudik dalam Operasi Ketupat Semeru 2021.

“Kami lihat sendiri, petugas telah memahami apa yang harus dilakukan. Ketersediaan ambulance hingga perlengkapan medis juga ada di pos penyekatan. Semua berjalan baik. Dan terpenting petugas harus dapat mengedukasi masyarakat untuk tidak mudik, lebih baik di rumah saja serta jangan lupa disiplin protokol kesehatan,” terang Gus Muhdlor.

Sedikit berbeda dengan Surabaya dan Sidoarjo, pos pengamanan mudik di Gresik pada hari pertama aturan larangan mudik diberlakukan nampak lengang, walaupun ada beberapa kendaraan yang terindikasi mudik yang selanjutnya diminta putar balik.

“Hari pertama larangan mudik kondisi lalu lintas masih lengang. Tadi ada travel yang kita minta putar balik karena terindikasi akan mudik. Langkah tegas ini untuk mengantisipasi penyebaran covid-19,” ujar kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 15.212 petugas gabungan dikerahkan dan disebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2021 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Rinciannya, 1.065 personel dari Polda Jatim, 9.381 personel dari 39 Polres Jajaran, 1.420 anggota TNI hingga 3.346 personel dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka hingga Jasa Raharja.

“Pengerahan personel tersebut akan diploting dalam rangka penyekatan di sembilan titik wilayah perbatasan provinsi dan 20 titik dalam provinsi serta di 45 pintu tol yang ada di wilayah Jawa Timur,” kata Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Nico Afinta sat Apel Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021 di Lapangan Markas Polda Jatim di Surabaya pada Rabu (5/5). sg/did/ptr