5 Gedung SMP di Ponorogo Gagal Direhab

Ruang guru dan ruang tata usaha di SMPN 2 Sambit rusak parah. Atap, kuda-kuda hingga plafon banyak yang jebol. SP/JTN

SURABAYAPAGI, Ponorogo - Rehab atas kerusakan gedung di Lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Ponorogo gagal diperbaik pada tahun ini, karena adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

Awalnya Dinas Pendidikan Ponorogo sudah menganggarkan rehabilitasi 5 SMP tersebut senilai Rp 1,2 miliar. Namun karena ada refocusing penanganan Covid-19, anggaran rehabilitasi dari DAU (Dana Alokasi Umum) tersebut ikut tersedot.

"5 lokasi yang kena rekofusing antara lain SMP 3 Ponorogo, 
Pembangunan ruang Kantor dan ruang guru di SMP 2 Sambit," kata Kabid SMP Dinas Pendidikan Ponorogo, Soiran, Senin (12/4)

"Lalu talud 3 sekolah yaitu di SMP 4 Ngrayun, SMP 3 Sawoo dan SMP Pudak," lanjutnya.

Dari kelima titik tersebut yang mendesak untuk dilakukan perbaikan adalah rehabilitasi ruang guru dan TU di SMP 2 Sambit. Atap, kuda-kuda hingga plafon banyak yang jebol.

"Kerusakannya termasuk kerusakan berat yaitu pada bagian atap dan saat ini sudah tidak digunakan lagi," kata Soiran.

Penyebab kerusakan di ruangan tersebut lantaran sudah tua dan struktur bangunan sudah lapuk.Para guru dan pegawai di sekolah itu terpaksa tetap mengungsi ke ruang lain

"Para guru dan pegawai di SMPN 2 Sambit bekerja menggunakan ruang kelas di sana. Kebetulan saat pembelajaran tatap muka saat ini, kehadiran dalam kelas hanya 30 persen," paparnya.

Soiran mengungkapkan masih bersyukur lantaran rehabilitasi untuk 30 sekolah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak terkena refocusing."DAK untuk 30 sekolah senilai Rp 8 miliar Alhamdulillah aman. Saat ini tahap perencanaan ke sejumlah sekolah," lanjut Soiran.

Soiran menargetkan realisasi pembangunan atau rehabilitasi di 30 sekolah tersebut akan dimulai pada bulan Mei 2021.na