72 PMI Jatim Positif Covid-19, 2 Orang Terkonfirmasi Varian Baru

Caption: Dua Pekerja Migran Indonesia yang terkonfirmasi varian baru covid-19 saat ini dirawat di RSLI Surabaya.SP/SAMMY MANTOLAS

SURABAYAPAGI,  Surabaya - Kedatangan Pekerja Migran Indonesia asal Jawa Timur dari luar negeri hingga Senin (17/05/2021) kemarin mencapai 9.278 orang.

Dari jumlah tersebut 72 orang terkonfirmasi positif covid-19. Adapun pasien yang positif merupakan PMI yang bekerja di negara Malaysia, Singapura, Hongkong, Brunei Darussalam, Jepang dan Belanda.

"Paling banyak dari Malaysia. Jumlah yang terkonfirmasi positif ada 60 orang, sisanya dari Singapura ada 4 orang, Brunei 3 orang, Hongkong 1 orang, Belanda dan Jepang masing-masing 2 orang," kata ketua relawan pendamping Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 Rumah Sakit Lapangan Indrapura (PPKPC-RSLI) Radian Jadid, Selasa (18/05/2021).

Lebih lanjut Jadid menjelaskan, dari 72 pasien yang terkonfirmasi positif, yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 32 orang. Sementara 40 lainnya dalam masa perawatan di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya.

Ia juga menyampaikan, dari total 40 pasien yang masih dirawat, 2 orang diantaranya terkonfirmasi positif varian baru covid-19. Satu orang PMI berasal dari Jember terjangkit B117 atau strain Inggris, dan satu orang lainnya dari Sampang terdeteksi B1351 atau strain Afrika Selatan.

"Keduanya ini adalah pekerja yang bekerja di Malaysia," terangnya.

Terkait penanganan dua pasien yang terkonfirmasi varian baru, Penanggung Jawab RSLI Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Sp.B., Sp. BTKV mengaku, hingga saat ini pihaknya terus memberikan layanan kepada pasien dengan cukup intens.

Gejala varian baru covid-19 lanjutnya, hampir tidak ditemukan oleh petugas. "2 orang ini gejalanya sangat ringan, karena mungkin imunnya kuat," kata dr. Nalendra.

Oleh karenanya, ia menghimbau agar tidak panik dengan varian baru covid-19. Hal yang terpenting adalah terus meningkatkan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M, sekaligus menjaga pola makan dan daya tahan tubuh.

"Makanan harus dijaga dengan baik, sehingga daya tahan tubuh bisa ditingkatkan. Daya tubuh yang bagus tidak menunjukan gejala yang berat, seperti 2 orang pekerja ini. Menjalankan gemar berolahraga juga penting, dan dibarengi dengan prokes," pungkasnya.sem