96% Responden Nilai PJJ Gak Efektif dan Bikin Bosan

Polling

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi banyak aspek kehidupan termasuk kedalam aspek pendidikan. Banyak negara di dunia telah menutup kegiatan akademik di sekolah dan universitas untuk mencegah penularan Covid-19.

Di Indonesia sendiri, sekolah-sekolah diwajibkan beradaptasi dengan cepat mengubah kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Semua sekolah melaksanakan pembelajaran jarak jauh baik secara daring penuh maupun kombinasi.

Sudah hampir 1 tahun, kebijakan PJJ ini dilaksanakan. Namun dalam implementasinya pembelajaran PJJ ini menuai sorotan dari berbagai lini masyarakat.  Banyak yang menyangsikan kebijakan PJJ ini berjalan dengan efektif.

Menanggapi hal itu, tim Litbang Surabaya Pagi menggelar polling (jajak pendapat) kepada masyarakat dengan pertanyaan terkait efektifkah penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Polling dilakukan tepat pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 17.00 WIB, Jumat (12/02/2021).

Dengan koresponden rentang usia 15 tahun sampai 40 tahun dengan background pelajar, mahasiswa, serta para orang tua dengan domilisi tidak hanya di Kota Surabaya tetapi juga di Sidoarjo dan Gresik.

Metode polling dilakukan menggunakan wawancara langsung menggunakan telepon dan WhatsApp. Selain media itu juga media sosial Facebook , Twitter dan Instagram.

Jumlah total responden yang dihimpun sebanyak 125 responden. Hasilnya, (lihat grafis di halaman 1), beberapa responden mengatakan bahwa belajar daring alias PJJ dianggap kurang efektif.

Terlihat dari pertanyaan, “1) Selama belajar daring, apakah sudah efektif yang dihasilkan dalam belajar mengajar?” Dari pertanyaan pertama tersebut didapat responden yang memilih jawaban A hanya sebanyak 4 persen dan yang memilih jawaban B sebanyak 96 persen.

Untuk pertanyaan kedua “2) Apakah sudah dapat ilmu yang sepadan dari pengajar dalam PJJ ini ?” Dari pertanyaan ini didapat sebanyak 85 persen menjawab A dan 15 persen yang memilih jawaban B.

Berikut berbagai alasan dan komentar dari masyarakat tentang efektifkah penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ), yang dihimpun oleh Tim Litbang Surabaya Pagi.

Zona Wijaya Putra mengatakan siswa kurang mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru selama PJJ daring dilaksanakan. “Kebanyakan ilmu yang diberikan kurang mengena kepada siswa. Hanya sekedar ikut pembelajaran kemudian lupa,” tulisnya lewat message via WhatsApp Litbang Surabaya Pagi, Jumat (12/2/2021).

Hal senada juga dikatakan pemilik akun @dellaws_ yang membalas di akun litbang SP. Menurut @dellaws_, PJJ selama ini, dianggap kurang memberikan ilmu yang benar.  “Tidak efektif, Karena mayoritas guru hanya memberiakan materi dan tugas tanpa adanya penjelasan. Tugas yang diberikan oleh guru juga lebih banyak dari pembelajaran tatap muka. Jadi siswa lebih terbebani dengan tugas,” ujar akun @dellaws_

Sama halnya yang dikatakan Daffa, siswa SMA Maryam kelas XII. “Kurang kondusif, ga bisa tatap muka langsung sama guru mata pelajaran, mau bertanya pun juga susah, jadi tidak maksimal. Selama online juga banyakan pemberian materi atau tugasnya," keluh Daffa siswa SMA Maryam kelas XII.

 

Penurunan Nilai

Sedangkan, Padhu, salah satu siswa di SMA Negeri 19 Surabaya mengatakan proses belajar mengajar jarak jauh ini malah akan berdampak pada penurunan nilai para siswa. Apalagi dengan mata pelajaran yang berkaitan dengan angka dan rumus.

"Kurang efektif kalau belajar dari jarak jauh atau daring, soalnya kalau banyak hitungan, angka, dan rumus pasti akan jadi bingung menghitungnya," kata Pandhu saat diwawancarai secara langsung oleh tim litbang SP, Jumat (12/02/2021).

Senada, Kiky Octavia yang merupakan seorang kakak dari siswa SMK kelas 11 mengatakan “ Ngak efektif, membuat siswa semakin malas dan menyepelehkan waktu, hal ini terjadi karena tidak ada pantauan dari guru,” tulisnya dengan akun instagram @humaira_kikyoctavia

Lain halnya yang dituliskan oleh akun instagram dengan username @kenfurisoniaoct. Ia menuliskan semua tergantung mata pelajaran/kuliahnya.”Ya, kalo aku pribadi lebih suka daring karna ujian musik, kalo ujian musik live perform itu bener-bener bikin ndredeg, tapi kalo by video bisa di retake berkali-kali sampe bagus.” Tulisnya dalam DM instagram SP. ana/litbang SP