Acara Ultah Khofifah Diwarnai Kerumunan Pengunjung

 Video yang beredar memperlihatkan kerumunan pengunjung memadati lokasi dan menikmati sajian makanan yang tersedia. SP/IST/TIKTOK

SURABAYAPAGI, Surabaya - Beredar video pesta ultah ke-56 dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang terlihat digelar di teras dan halaman rumah dinasnya, sebelah timur Gedung Grahadi, Surabaya pada Rabu (19/5/2021) malam.

Video yang juga diunggah oleh sejumlah channel Youtube, termasuk JatimTimes, YuTimes dan MPS TV dan Tiktok, memperlihatkan kerumunan dan dihadiri artis ibu kota, Katon Bagaskara.

“Matur sembah nuwun Pak Emil, matur nuwun Bu Khofifah. Terima kasih banyak bapak ibu, terima kasih untuk datang di pesta saya,” seloroh Katon dalam video yang disambut tawa undangan.

 “Eh, maksud saya, pesta ulang tahun gubernur, tepuk tangan sekali lagi, terima kasih banyak,” sambung vokalis Kla Project itu, disusul nyanyian lagu Selamat Ulang Tahun dan saat bersamaan undangan terlihat berkerumun.

Dari video yang beredar, terlihat perayaan ultah Khofifah berjalan cukup semarak. Sejumlah pengunjung memadati lokasi dan menikmati sajian makanan yang tersedia. Perayaan semakin meriah menjelang malam. Hingga pukul 22.00 WIB, pesta terlihat belum selesai, dan pengunjung semakin banyak dan menimbulkan kerumunan.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Agung Subagyo, pimpinan yang membawahi Humas Pemprov Jatim menyatakan, perayaan ultah Khofifah adalah acara tasyakuran bersama anak yatim dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim . Ia juga membantah acara tersebut mengabaikan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

"Yang ikut staf dan kepala dinas. Semua juga sudah rutin diswab. Dhaharnya (makannya) juga katering langganan Grahadi yang sudah dipastikan kesehatannya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (21/5/2021).

Pihaknya memastikan acara yang berlangsung sudah sesuai protokol kesehatan. "OPD sudah paham dengan aturan. Tidak ada pihak eksternal. Acara internal," tegasnya.

“Jadi bukan ultah Gubernur Khofifah. Bertepatan saja dengan ultah Ibu,” elak pejabat berperawakan kalem tersebut.

cbvbdfvbgfbncgfngfCBCVB_VF

Video inipun menuai reaksi keras dari sejumlah pihak, termasuk Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PP PDNU) dokter Muhammad S Niam.

“Jangan salahkan rakyat yang tidak mematuhi protokol, jika pemimpinnya juga tidak bisa menjadi teladan. Jangan masalahkan lonjakan kasus, jika prokes 5M hanya sebagai slogan,” geram Niam.

Niam merasa jengkel, karena semua pihak, terutama dokter yang menangani langsung pasien dan menyiapkan prokes secara teliti sudah bekerja mati-matian, termasuk membuat hidup tak senormal sebelumnya dan banyak rumah sakit gulung koming (kelimpungan), itu semua karena tekad agar Covid-19 segera berakhir.

“Maka ketika melihat pemimpin, kepala daerah seperti itu, gemasnya bukan main. Kalau mau dibilang marah, ya marah lah! Marah dan kecewa gitu, karena pemimpin yang harusnya menjadi teladan tapi tidak bisa jadi teladan,” katanya. bm/lp/cr2/na