"Ada Demo Buruh, Jangan Berkeluh Kesah, Bisa Bonyok"

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 30 Nov 2023 20:57 WIB

"Ada Demo Buruh, Jangan Berkeluh Kesah, Bisa Bonyok"

i

Sejumlah massa aksi demo buruh di Bekasi, Kamis (30/11/2023), membuat jalan protokol lumpuh total.

Pendemo di Surabaya Keroyok Dua Anggota Satpol PP Surabaya, Pendemo di Bekasi Keroyok Sopir Truk 

 

Baca Juga: Lantai 5 Sampai 12 di Apartemen Pakuwon City Terbakar, Kepala Damkarmat: Diduga Korsleting Listrik

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Aksi demo buruh yang digelar secara serentak di beberapa kota besar, Kamis (30/11/2023) kemarin justru ricuh. Terutama di demo buruh di Surabaya dan Bekasi.

Selain massa aksi demo buruh menutup dan memblokade jalan protokol, juga terekam aksi kericuhan yang berujung pengeroyokan. Aksi demo buruh di Surabaya, dua petugas Satpol PP Surabaya dikeroyok salah satu oknum buruh yang melakukan aksi. Akibatnya, dua petugas Satpol PP Surabaya itu cidera dan langsung mendapat perawatan di RSUD dr Soewandhi Surabaya. Peristiwa itu terekam video dan beredar di beberapa media sosial.

Video berdurasi 17 detik itu menunjukkan seorang petugas Satpol PP ditendang oleh seorang buruh hingga terjungkal. Anggota Satpol PP itu bahkan nyaris dimassa dan hendak dilempar water barier oleh sejumlah buruh.

Peristiwa itu disebut terjadi di pedestrian Jalan Ahmad Yani, tepatnya di dekat Bundaran Dolog Taman Pelangi arah masuk Surabaya, sekitar pukul 14.30 WIB.

Sejumlah buruh lain tempak menghadang temannya yang sedang emosi. Beberapa dari buruh itu turut menghadang massa yang hendak melempar petugas itu dengan water barrier.

"Hei, hei, sabar-sabar, woi woi sabar," teriak beberapa orang buruh yang menghadang kawan-kawannya, dalam video itu.

Dari informasi yang dihimpun Surabaya Pagi, peristiwa pengeroyokan itu bermula ketika dua petugas Satpol PP berupaya membantu warga masyarakat yang terdampak kemacetan karena aksi demo buruh itu.

Lantas, petugas Satpol PP itu berinisiatif berbicara dengan salah satu pendemo untuk bisa diberi sedikit akses jalan agar warga masyarakat bisa melintas. Namun, pendemo itu justru langsung mengeroyok dua petugas Satpol PP hingga terjungkal.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Satpol PP M. Fikser. "Ada dua anggota saya (tim) Jolodoro yang bertugas mereka itu melakukan pengawasan di pedestrian di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Posisi saat itu jalan macet kemudian ada warga yang minta tolong kepada mereka untuk memberikan jalan sedikit. Kemudian dia membantu warga untuk memberikan jalan, pada saat itu perdebatan. Oknum buruh itu tidak terima terus melakukan kekerasan," beber Fikser, Kamis (30/11/2023).

Akibat insiden penyerangan itu, kedua petugas Satpol PP mengalami cidera. Kini mereka sedang menjalani perawatan di RSUD Soewandi Surabaya.

Bahkan, pihaknya akan melaporkan oknum buruh yang menganiaya dua anggota Satpol PP ke kepolisian. "Nanti akan kami laporkan usai kedua petugas Satpol PP dirawat dan divisum di RSUD Soewandhie. Sebab ini sudah tidak bisa ditolerir. Tugas mereka (anggota Satpol PP) membantu warga yang mau lewat tetapi tidak bisa, tetapi tidak diberikan malah dianiaya,” jelasnya.

 

Buruh Lumpuhkan Jalan Basuki Rahmat

Sedangkan, massa aksi buruh di Surabaya melumpuhkan jalan protokol yakni Jalan Basuki Rahmat. Bahkan, kemacetan massa aksi buruh yang terus bergerak ke Jalan Pahlawan hingga sore, telah melumpuhkan lalu lintas.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Arif Fazlurrahman, menyayangkan aksi pengunjuk rasa ini yang dinilai merugikan masyarakat. “Sangat kita sesalkan aksi penyampaian pendapat, namun merugikan masyarakat lainnya,” kata Arif ditemui di Pos Lantas Basuki Rahmat.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya itu menyebut, kepadatan di Jalan Basuki Rahmat terjadi sekitar 40 menit atau hampir satu jam.

Pihak polisi telah berupaya untuk berkompromi dengan koordinator lapangan aksi supaya tidak melakukan orasi di Jalan Basuki Rahmat, namun hasilnya nihil.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak korlap namun sampai sekarang tidak diindahkan. Artinya ini sangat menganggu aktivitas ekonomi dan kepentingan masyarakat lainnya,” jelas Arif.

 

Sopir Truk Dikeroyok di Bekasi

Tak hanya di Surabaya, aksi demo buruh di kawasan industri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (30/11/2023) ricuh. Sopir truk yang sambat atas kemacetan berjam- jam, malah dikeroyok, hingga wajahnya bengap.

Baca Juga: Perpanjangan STNK 5 Tahunan, Hanya 15 menit, Belum di Surabaya

"Bapak- bapak, kalau ada demo buruh, jangan berkeluh kesah di mobil, bisa bonyok kayak saya" pesan Suparman, di Polsek Cikarang Selatan Kamis (30/11/2023).

Keluh kesah sopir Truk ini berujung cekcok dengan buruh. Sopir truk dipukuli massa hingga kendaraannya dirusak. Dalam video yang beredar Kamis (30/11/2023), terlihat aksi pengeroyokan terjadi di lokasi demo kawasan EJIP. Tampak sopir truk tersebut ditarik paksa keluar dari truk oleh massa aksi lalu dipukuli.

Tak hanya itu, truk tersebut tampak mengalami kerusakan. Kaca depan truk tampak pecah. Dinarasikan bahwa aksi tersebut terjadi lantaran sopir truk menabrak massa aksi buruh.

 

Irjen Karyoto Temui Buruh

Massa Buruh, yang demo di kawasan industri MM2100 Cikarang, Kabupaten Bekasi, masih bertahan sampai sore. Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menemui massa tersebut.

Karyoto tiba di lokasi pada Kamis (30/11/2023) sekitar pukul 17.20 WIB. Karyoto disambut Kapolres Metro Bekasi Kombes Twedi Aditya Bennyadi dan jajarannya.

Karyoto tampak berbincang dengan personelnya. Tak lama kemudian, Karyoto menemui massa buruh. Karyoto berbincang dengan perwakilan massa buruh. Mereka berbincang di lokasi yang terpisah dengan massa.

 

Gubernur Tetapkan UMK

Truk-truk tersebut sama sekali tidak bisa bergerak. Imbasnya, mereka mematikan mesin kendaraannya. Truk tersebut rata-rata berisi muatan barang industri.

Orasi terus dilakukan oleh koordinator aliansi buruh. Mereka meminta Pj Gubernur Jawa Barat untuk menetapkan UMK sesuai dengan rekomendasi daerah.

Baca Juga: Jelang Ramadhan, Harga Beras Masih Tinggi, Cabai Tambah "Pedes"

"Kita semua saat ini sedang menyampaikan aspirasi kita agar gubernur memberikan men-SK-kan UMK 2024 sesuai dengan rekomendasi walikota masing-masing," kata Hadimaryono dalam orasinya di lokasi.

 

Perusakan Truk oleh Massa

Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Rudy Wiransyah Setiono meluruskan duduk perkara yang ada. Dia mengatakan mobil tersebut dirusak bukan karena sang sopir menabrak massa. Aksi perusakan terjadi lantaran massa tersinggung dengan perkataan sopir.

"Itu ada perusakan dari massa buruh kepada sopir. Bukan, tidak ada yang ditabrak. Dari para pengendara jalan mengucapkan 'terima kasih ya, Pak, sudah membuat macet jalan'. Tidak terima, buruhnya ngejar," kata Rudy saat dihubungi, Kamis (30/11).

Selain merusak kendaraan, massa aksi mengeroyok sang sopir. Alhasil, sopir tersebut mengalami sejumlah luka. "Terluka sopir truk dipukuli, pengeroyokan. Dipukuli juga," ujarnya.

 

Blokade Jalan Utama

Saat ini sopir truk tersebut sudah membuat laporan di Polsek Cikarang Selatan. Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus yang ada, termasuk memburu para pelaku perusakan dan pengeroyokan. "Iya, sudah ditangani Polsek Cikarang Selatan," pungkasnya.

Massa aksi dari aliansi buruh melakukan aksi unjuk rasa dan memblokade Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, arah Jakarta siang ini. Arus lalu lintas pun tersendat.

"Iya betul (jalan Ahmad Yani diblokade). Iya macet imbas pemblokiran. Macet seputaran jalan Ahmad Yani," kata Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing saat dihubungi terpisah. n alq/ain/erc/jk/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU