Airlangga: Kartu Prakerja Telah Diikuti 16,4 Juta Peserta

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 12 Feb 2023 14:03 WIB

Airlangga: Kartu Prakerja Telah Diikuti 16,4 Juta Peserta

i

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech secara virtual dalam acara pendukung Sidang ke-61 Komisi Pembangunan Sosial PBB.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa program Kartu Prakerja telah diikuti lebih dari 16,4 juta peserta sejak diluncurkan pada 2020 hingga akhir 2022. Bahkan, sepertiga dari peserta Kartu Prakerja yang menanggur itu saat ini telah bekerja.

Hal itu diungkapkannya dalam webinar bertajuk Bringing 16,4 Million People Closer to Full and Productive Employment and Decent Work Using Digital Technology, yang merupakan side event Sidang ke-61 Komisi Pembangunan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN CSocD-61 PBB) yang digelar di New York, Amerika Serikat.

Baca Juga: Kerjasama Indonesia-China Masih Memiliki Potensi Hingga Rp 455 Triliun

"Sejak diluncurkan hingga tahun 2022 lalu, Program Kartu Prakerja telah memberikan manfaat kepada lebih dari 16,4 juta peserta di seluruh wilayah di Indonesia," kata Airlangga, Jum’at (10/2/2023).

Secara rinci, peserta didominasi oleh kaum perempuan yang mencapai sebanyak 51 persen, sementara itu 3 persen lainnya merupakan penyandang disabilitas.

"51% dari mereka adalah perempuan dan 3% adalah penyandang disabilitas. Dari mereka yang menganggur, sepertiga dari mereka kini bekerja, baik sebagai pemilik usaha kecil maupun sebagai karyawan," ujarnya.

Airlangga mengatakan bahwa program Kartu Prakerja merupakan misi kemanusiaan dengan pemberdayaan yang melibatkan pendidikan, ketenagakerjaan, dan kewirausahaan tersebut buka sekadar kebijakan.

“Prakerja merupakan eksperimen kelembagaan yang berhasil menginspirasi program dan kementerian lain, karena program ini tidak hanya efektif dalam memberikan hasil yang baik, tetapi juga dengan biaya yang efisien,” tuturnya.

Baca Juga: Posisi Partai Golkar Bahaya

Menurutnya, kartu prakerja merupakan program government to people dengan memanfaatkan teknologi digital end-to-end.

“Program Kartu Prakerja terbukti mampu meningkatkan kompetensi, keterampilan, produktivitas, dan daya saing peserta dengan mendorong aspek pendidikan, kebekerjaan, serta memantik kewirausahaan,” ucapnya.

Penggunaan teknologi digital dalam pelaksanaan Program Kartu Prakerja dinilai mampu memberikan kualitas yang setara dan kemudahan dalam melakukan pelatihan bagi seluruh peserta termasuk perempuan dan penyandang disabilitas.

Baca Juga: Target Investasi 2024 Capai Rp 1.650 Triliun

Selain itu, Pemerintah juga berupaya mengurangi ketimpangan serta memberikan akses yang sama untuk skilling, reskilling, dan upskilling dengan menggunakan Program Kartu Prakerja.

Program tersebut pada awalnya dibuat untuk memberikan pelatihan dan meningkatkan kemampuan masyarakat, juga menjadi salah satu program bantuan sosial selama pandemi Covid-19.

Setelah transisi pandemi menuju endemi Covid-19 atau pada 2023, Kartu Prakerja berjalan dengan skema normal dengan menyasar 1 juta penerima manfaat dengan total insentif sebesar Rp4,2 juta per orang. jk

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU