Airlangga Ungkap Indonesia Butuh 9 Juta Tenaga Kerja untuk Percepat Digitalisasi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Kemenko Perekonomian.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Indonesia butuh 9 juta tenaga kerja untuk mendorong percepatan digitalisasi.

Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang juga memimpin Indonesia menjadi salah satu negara yang menginisiasi revolusi industri 4.0.

Airlangga juga menegaskan bahwa Indonesia bersama negara ASEAN bakal mempercepat Digital Economy Framework Agreement (DEFA) untuk mengakselerasi digitalisasi di kawasan.

Dengan nilai ekonomi digital di kawasan ASEAN yang diproyeksikan mencapai US$ 330 miliar pada tahun 2025, Indonesia harus ikut mengambil peluang termasuk dengan mempersiapkan sumber daya manusia.

“Kita butuh 9 juta tenaga kerja dalam 15 tahun atau kita harus melahirkan 600.000 tenaga kerja setiap tahun. Inilah tugas Kadin, akselerasi pendidikan agar digitalisasi yang sebagian besar tergantung SDM seluruhnya bisa dipersiapkan oleh anak-anak muda kita,” kata Airlangga dalam dalam acara Penutupan Rapat Pimpinan Nasional Kadin 2022, Jumat (2/12/2022)

Ia pun meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk membantu mengakselerasi pendidikan agar digitalisasi yang sebagian besar tergantung kualitas sumber daya manusia (SDM) bisa dipersiapkan oleh anak-anak muda Indonesia.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan data bahwa capaian ekonomi digital RI sebelum pandemi covid-19 atau pada 2021 sekitar US$80 juta. Bahkan, sebelum itu nilainya lebih rendah.

Berdasarkan studi pada 2018, Indonesia bisa mendapatkan US$250 juta pada 2025. Namun, terjadi percepatan selama 3 tahun berkat digitalisasi. Ia mengatakan berdasarkan laporan yang diterima Jokowi dari East Ventures, nilai digitalisasi ekonomi per tahun ini sudah menembus US$200 juta. jk