Andhika, Panglima TNI dan Dudung, Kasad

Jenderal TNI Andika Perkasa (kanan) dan Letjen TNI Dudung Abdurachman (kiri)

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kini teka-teki sosok yang akan menggantikan Hadi mulai terkuak. KSAD Jenderal Andika Perkasa diskenariokan menjadi orang nomor satu di TNI.

Kemudian, posisi KSAD nanti akan diduduki oleh Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman. Dengan begitu tanda bintang di pundak Dudung akan bertambah satu, jenderal bintang empat.

"Iya, skenarionya (Andika jadi Panglima TNI dan Dudung sebagai KSAD) seperti itu, cuma kita tunggu aja," kata anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono kepada Kompas TV, Kamis (3/9/2021).

Gonjang-ganjing ini, karena Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun pada November 2021

 

Penanggulangan Teror

Karier militer Andika bermula dari korps baret merah. Dilansir dari berbagai sumber, Andika merupakan lulusan Akmil tahun 1987. Ia mengawali kariernya di Grup 2/Para Komando Kopassus. Ia kemudian juga sempat bertugas di satuan elite penanggulangan teror, Sat 81 Gultor Kopassus.

Andika juga pernah bertugas di Departemen Pertahanan pada 2001. Pria kelahiran Bandung, 21 Desember 1964, itu juga pernah berkarier di BAIS.

Lalu, pada pertengahan 2012, Andika diangkat menjadi Komandan Korem 023/Kawal Samudera di Sibolga. Belum ada setahun, ia lalu dipromosikan menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AD, yang mengantarkannya meraih bintang satu di pundak alias pangkat brigadir jenderal (brigjen).

Hanya sebelas bulan menjadi Kadispenad, Andika diangkat menjadi Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) pada Oktober 2014. Andika dipilih sendiri oleh Presiden Joko Widodo. Menantu eks Kepala BIN Hendropriyono ini pun mendapat kenaikan pangkat menjadi mayor jenderal (mayjen).

Sekitar dua tahun menjadi Danpaspampres, Andika kemudian dipromosikan menjadi Pangdam XII/Tanjungpura pada Mei 2016. Karier Andika terus menanjak.

Pada 2018, Andika tiga kali mendapat promosi. Pada awal tahun ini, ia diangkat menjadi Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Dankodiklat) TNI AD. Jabatan ini mengantarkan Andika memperoleh bintang tiga atau letnan jenderal (letjen).

 

Bisa Diajak Kerjasama

Politikus Partai Golkar itu kembali menjelaskan bahwa pernyataannya ini belum bisa dipastikan. "Kayaknya banyak yang bilang seperti itu. Cuma saya belum lihat suratnya, nanti kalau suratnya di tangan, saya baru bisa (memastikan)," ujarnya.

Ia menilai kedua tokoh itu merupakah perwira tinggi TNI yang bisa diajak kerja sama dengan seluruh pihak dan rekam jejak mereka selama meniti karier di TNI pun bisa terbilang cemerlang.

"Jadi keduanya adalah perwira tinggi TNI akan persoalan yang bisa kita ajak kerja sama, pengalamannya, track recordnya jelas untuk menempati tersebut, baik sebagai KSAD atau Panglima TNI. Tapi apapun itu keptusan presiden, itu hak prerogatif beliau," ujarnya.

Ia mengimbau agar Kepala Negara segera mengirimkan surat terkait nama pengganti Marsekal Hadi sebelum yang bersangkutan masuk usia pensiun pada November 2021 mendatang.

Namun, ia mengingatkan agar keputusannya bisa keluar dalam waktu dekat karena Oktober itu sudah memasuki masa reses DPR RI.

"Sebaiknya sih sebelum Pak Hadi pensiun, pak presiden sudah ada panglima yang akan datang," kata dia.

Sebelumnya, pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie menyebut, ketiga Kepala Staf berpeluang menggantikan Marsekal Hadi Tjahyanto. Ia menambahkan, ada PR besar menanti sang Panglima baru. n 02,jk, erc