Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia Ajak Masyarakat Sidoarjo Bijak Berinvestasi

SurabayaPagi, Sidoarjo - Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia mengajak masyarakat agar waspada terhadap investasi bodong. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi bertajuk 'Bijak Berinvestasi Pada Masa Pandemi Covid-19' di Kawasan Balongbendo dan Taman Sidoarjo. 
 
Penyuluhan merupakan kerjasama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Yayasan Lumbung Pelita Indonesia ( LUPI) dan Tim Rumah Aspirasi Indah Kurnia.
 
Indah Kurnia mengatakan, bahwa penanganan pandemi dan ekonomi adalah dua sisi mata koin tak terpisahkan. 
 
Di tengah berbagai upaya penanganan pandemi dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, investasi menjadi salah satu jalan untuk mempertahankan kondisi keuangan keluarga. 
 
Opsi tersebut dinilai lebih menantang dan menjanjikan keuntungan besar. Padahal masyarakat harus tetap waspada karena banyak investasi bodong berkeliaran. 
 
Oleh sebab itu, pihaknya mengapresiasi OJK karena massif melakukan edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat secara rutin dan konsisten.
 
"OJK melakukan bersama dengan kami Anggota Komisi XI di seluruh daerah pemilihan kami masing-masing," jelasnya secara terpisah, Senin (20/9/2021). 
 
Ia berharap sosialisasi dari OJK dan Komisi XI DPR RI mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia. Sehingga turut berpotensi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. 
 
"Karena semakin cerdas orang mengelola keuangannya, semakin bijak dia mengelola keuangannya, maka semakin erat kaitannya dengan peningkatan kesejahteraan," ujarnya. 
 
Indah menambahkan, saat ini butuh kebijaksanaan dan kebijakan dalam mengelola sumber daya perekonomian. 
 
"Nah untuk itu kegiatan penyuluhan dari OJK kali ini berharap bisa benar-benar dicermati dengan seksama, mengambil hal-hal yang baik dari penyuluhan ini dan menerapkan dan mengimplementasikan di dalam kehidupan kita sehari-hari bagaimana mengelola keuangan dengan bijak, dengan kebutuhan yang terus meningkat dan tidak terprediksi," terangnya. 
 
Dia juga mengucapkan terima kasih untuk seluruh peserta, panitia dan konsistensi OJK untuk semakin meningkatkan inklusi keuangan dan perekonomian agar semua orang lebih bisa mengakses sumber-sumber perekonomian. 
 
"Agar semuanya ikut serta semuanya ikut bergerak untuk mendukung dan berpartisipasi dan yang paling penting menuju kepada tingkat literasi yang semakin membaik," tandasnya.
 
Pada kesempatan ini, Robert selaku Ketua LUPI menyampaikan ciri-ciri Investasi bodong atau ilegal antara lain menjanjikan imbalan hasil tinggi dalam waktu singkat dengan minim resiko. 
 
Kemudian legalitas tidak tercantum di OJK, memanfaatkan nama tokoh masyarakat dan informasi yang disajikan sangat terbatas. 
 
Menurut Robert, penyuluhan seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar mereka lebih berhati-hati dan bijak dalam berinvestasi pada masa pandemi ini sehingga perekonomian masyarakat tetap stabil.
 
Bagi masyarakat yang ingin bertanya atau menyampaikan keluhan mengenai Investasi, lebih lanjut bisa  melaporkan ke OJK lewat telepon kontak OJK ke nomor 157, bisa juga lewat WhatsApp di 081157157157, atau Email di [email protected] dan [email protected](*)