Antisipasi Demo Warga Madura, Petugas Gabungan Perketat Penjagaan di Balai Kota

Ratusan petugas gabungan dari TNI, Polri hingga Satpol PP tengah berjaga di area Balai Kota Surabaya, Senin 21 Juni 2021. SP/NB/FARIZ YARBO

SURABAYAPAGI, Surabaya - Ratusan petugas gabungan dari TNI, Polri hingga Satpol PP tengah berjaga di area Balai Kota Surabaya, Senin (21/6/2021). Penjagaan diperketat untuk antisipasi aksi demonstrasi sekelompok masyarakat asal Madura yang menolak adanya posko Penyekatan Suramadu sisi Surabaya.

Di lokasi, tampak ada penutupan jalan yang dilakukan di Jalan Sedap Malam dan Jalan Jimerto. Selain itu, terlihat pula ada kawat berduri yang disiapkan. Selain itu, ada kendaraan taktis (rantis) dua unit mobil water canon, satu tim anjing K9 yang turut disiapkan di area demonstrasi.

Penjagaan dilakukan berlapis mulai dari titik penutupan jalan, lalu di depan pintu Gerbang Balai Kota Surabaya sisi Jalan Sedap Malam, serta disebar di dalam area Balai Kota.

Namun sampai saat ini, belum ada satupun pernyataan dari pihak kepolisian. "Nanti aja ya," kata Kepala Bagian Operasi Polrestabes Surabaya, AKBP Anton Elfrino Trisanto.

Aksi warga Madura bertajuk ‘Demonstrasi Akbar Madura Melawan’ ini digelar untuk memprotes adanya penyekatan swab antigen di Jembatan Suramadu. Para massa menilai penyekatan ini menimbulkan diskriminatif pada Warga Madura.

"Ini sebuah aspirasi yang harus disampaikan ke Balai Kota Surabaya agar tidak diskriminasi ke warga Madura," kata salah satu massa aksi melalui pengeras suara di Jembatan Suramadu, Senin (21/6/2021).

Massa warga Madura ini melewati pos penyekatan Jembatan Suramadu tanpa dilakukan tes swab antigen. Dari pantauan wartawan dilapangan, pos Penyekatan sudah ditutup saat massa datang dan sejumlah tenaga kesehatan mengamankan diri dan alat-alat swab.

"Ini rakyat Madura bersatu, jangan pernah diblokade lagi. Mohon penyampaian aspirasi harus tercapai saudara. Jangan menghalangi aksi kami. Mohon kerja sama kami dari masyarakat Madura ingin menyampaikan kritik kepada wali kota Surabaya Eri Cahyadi," imbuh seorang massa melalui pengeras suara.sb6/na