Antrean Jemaah Haji Jatim Capai 1,5 Juta Orang

Sejumlah umat muslim menggunakan payung saat melakukan tawaf dengan menerapkan social distancing saat melaksanakan ibadah haji di tengah pandemi Covid-19. SP/Saudi Ministry of Media via REUTERS

SURABAYAPAGI,Surabaya - Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji & Umrah Kanwil Kemenag Jawa Timur, M Nurul Huda menuturkan antrean jemaah haji  di Jatim sangat tinggi bahkan disebut terbanyak se-Indonesia.

Hal ini bisa dilihat dari jumlah antrean jemaah haji yang mencapai  1,5 juta orang, sedangkan antrean jemaah umroh sebanyak 600 ribu. Penyebab antrean ini adalah karena tertundanya ibadah haji dan umroh sejak adanya pandemi COVID-19.

"Di Jatim luar biasa, antrean haji terpanjang di Indonesia. Di Jatim ada 1,5 juta lebih untuk waiting list per 6 April ini. Daftar hari ini maka akan masuk di 31 tahun atau tahun 2050. Jemaah umroh kurang lebih 600 ribu di Jatim," katanya dalam Gathering Visa Provider dan Konsorsium Turki PT Cahaya Anugrah Al Mawaddah, Kamis (8/4/2021).

Huda mengatakan 31 tahun lamanya keberangkatan haji dari pendaftaran hari ini karena animo masyarakat semakin bagus. Selain itu, kesadaran dan ekonomi masyarakat juga dinilai semakin bagus, sehingga antrean haji di Jatim terbanyak dibandingkan provinsi lain.

"Di Jatim biasanya kita memberangkatkan haji 32 ribu termasuk satu-satunya Juanda Surabaya ada tambahan dari NTT dan Bali masuk Juanda Surabaya," ujarnya.

Untuk regulasi haji dan umroh sendiri masih menunggu keputusan dari pemerintah dan Arab Saudi. Sebab, tanpa keputusan dari pemerintah maupun Arab Saudi, Kemenag Jatim tidak berani menjalankannya.

"Kita masih menunggu, apa pun keputusannya kami siap. Beberapa hari ini sudah dua bulan yang lalu kita sudah mempersiapkan pasporing, dokumen uang berkaitan dengan seluruh proses ibadah haji sudah kita siapkan, termasuk vaksin dari seluruh 38 kabupaten/kota Insyaallah semuanya sudah ready semuanya. Karena kami penerima regulasi dari yang ada kita hanya siap menunggu Arab Saudi dan pemerintah kita," jelasnya.na