Armuji Cek Kerumunan di Kantor Samsat Manyar

Anggota DPRD Jatim dari PDI-P Ir Armuji saat sidak di Kantor Samsat Surabaya Timur, Senin (15/6).SP/RKO

SURABAYA PAGI, Surabaya - Kantor pemerintahan khususnya yang menjadi tempat pelayanan publik mendapat perhatian serius kalangan DPRD Jatim disaat Pendemi Covid-19. Salah satunya kantor pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Samsat Manyar Surabaya yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa. 

Anggota DPRD Jatim Dapil Surabaya, Ir Armuji saat sidak di Kantor Samsat Surabaya Timur, Senin (15/6). Bakal Calon Wali Kota Surabaya ini melihat proses warga Kota Surabaya mulai dari ruang pendaftaran hingga pembayaran. Armuji tidak menjumpai adanya kerumunan yang mencolok. Meskipun jumlah warga yang datang terlihat cukup banyak. “Ini bagus, petugas ada di setiap sudut tempat pelayanan dan masyarakat bisa ditata mengikuti protokol kesehatan,“ ujar Armuji usai melakukan sidak di seluruh ruangan Samsat Jl Manyar Surabaya, Senin (15/6/2020). 

Pantauan di lapangan, hampir semua petugas Samsat mengenakan face shield dan sarung tangan serta membawa thermo gun sebelum masuk ke bilik disinfektan. Ada sekitar 150 kursi bagi waga yang antre pun tidak semuanya digunakan, hanya 85 kursi yang terpakai. Artinya, jaga jarak bagi warga yang mengurus pajak kendaraan bermotor ini. 

“Ini sidak kali kedua kalinya di tempat pelayanan umum dan kantor pemerintahan. Disini (Samsat Surabaya Timur, red) cukup bagus, saya lihat dari awal mereka ditata, yaitu mengikuti protokol kesehatan," kata anggota Fraksi PDI-P inj.

Armuji yang juga Anggota Komisi A DPRD Jatim ini mendesak kepada seluruh instansi yang menjadi tempat pelayanan publik agar menerapkan cara seperti yang dilakukan Samsat Manyar ini. "Ini semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Inilah yang kita harapkan, jadi kita sidak ini bukan mencari-cari tapi melihat langsung pelayanan yang ada di kantor pemerintahan," terang politisi yang akrab disapa Cak Ji ini.

Armuji langsung ditemui Paur Samsat Manyar Surabaya Timur, AKP William Thamrin. Menurut Wiliam, pihaknya sudah menerapkan standar protokol kesehatan dalam pelayanan. Mulai menyiapkan wastafel untuk cuci tangan, alat thermo gun, bilik disinfektan dan physical distancing. "Kami sudah menerapkan protokol kesehatan pasca dibukanya kembali pelayanan masyarakat," jelasnya.

AKP William mengakui bahwa masyarakat sudah sadar pajak. Meski demikian, pihaknya membatasi untuk masuk Samsat. "Biasanya 150 orang masuk ke dalam, kali ini, hanya 85 tempat duduk yang kami siapkan. Yang menunggu pun bila membawa rekan bisa menunggu di luar," paparnya. 

Menurutnya, Salah satu kantor pelayanan publik yang menerapkan protokol kesehatan dengan ketat untuk menyambut New Normal adalah Kantor Samsat Manyar Surabaya Timur.  Petugas pun  harus rutin membersihkan meja kerjanya setiap 10 menit.

Protokol kesehatan yang dilakukan diantaranya wajib pajak yang datang wajib memakai masker, cuci tangan dan melewati pemeriksaan suhu tubuh, serta masuk bilik disinfektan. Tak hanya itu, selama mengantre, physical distancing juga diterapkan.

"Petugas juga melengkapi diri dengan alat pelindung diri (APD). Seperti memakai sarung tangan dan face shield. Bahkan untuk wajib pajak yang boleh masuk kantor samsat juga dibatasi tidak lebih dari 50 persen dari kapasitas," katanya. rko