Arus Petikemas di TPS Surabaya Hingga Agustus 2021 Naik 4,69 Persen

Aktivitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak. SP/Semmy Mantolas

SURABAYAPAGI, Surabaya - Aktivitas arus bongkar muat petikemas di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) hingga bulan Agustus 2021 mengalami kenaikan 4,69 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020.

Dari data yang dikumpulkan Surabaya Pagi, jumlah arus petikemas melalui TPS selama 8 bulan terakhir mencapai 946.564 TEUs. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 yakni sebesar 902.071 TEUs.

"Kenaikan dipicu oleh aktivitas ekspor impor, terlihat dari naiknya jumlah arus petikemas internasional yang mencapai 888.917 TEUs. Sementara untuk nasional sedikit melambat hanya sekitar 56.647 TEUs," kata Corporate Communications TPS Surabaya, Retno Utami, Kamis (09/08/2021).

Melambatnya arus petikemas domestik, diakibatkan oleh kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berdampak pada beberapa pelabuhan di Indonesia tutup sementara. Beberapa pelabuhan yang sempat tutup seperti seperti Jayapura, Biak, Nabire dan Manokwari.

Sementara untuk arus petikemas internasional, masih didominasi ekspor ke Amerika. Selain Amerika ada pula negara lain di wilayah Asia. Beberapa diantaranya adalah Malaysia, Singapore, Jepang, Filipina, Hong Kong, India dan Thailand. Khusus untuk negara pengimpor sejauh ini masih dipegang oleh negeri tirai bambu, Cina.

"Memang Cina menjadi negara yang rutin mengirimkan barang ke Indonesia," aku Retno

Untuk komoditas barang yang dikirim pun beragam. Mulai dari bahan pangan hingga barang-barang yang dipergunakan untuk dunia industri.

Selain peningkatan secara years on years (y-on-y), secara month to month (m-to-m) juga terlihat kenaikan arus petikemas melalui TPS Surabaya. Di bulan Agustus 2021, jumlah arus petikemas tercatat sebanyak 122.421 TEUs. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan Juli yang hanya sekitar 112.427 TEUs.

"Jadi meskipun pandemi dan PPKM, arus petikemas mulai positif. Ini bisa saja menjadi langkah yang baik dalam perbaikan ekonomi," pungkasnya.sem