ASN Disuruh Work From Bali, Begini Reaksi Warganet

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. SP/ Menko Marves

SURABAYAPAGI, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menggencarkan program Work From Bali untuk kementerian di bawah koordinasinya. Maksudnya, pegawai kementerian akan melakukan pekerjaannya dari Pulau Bali.

Pencanangan program Work from Bali (WFB) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemenko Bidang Kemaritiman dan ASN tujuh kementerian/lembaga di bawah koordinasi Kemenko Bidang Kemaritiman, yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian ESDM, Kemenparekraf, Kemenhub, Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Investasi.

Hal ini menuai berbagai reaksi dari warganet Indonesia terutama yang paling ramai dibicarakan di Twitter.

Berkedok Kerja

 “Haha, berkedok kerja. Padahal sekalian liburan ditanggung APBN” - TxtdariLuqman (@luqman_ariif),  Mei 20, 2021

Tak Rela Pakai Uang Negara

“Yg jelas sebagai rakyat aku tidak rela kalau pakai uang negara, pasti pada bawa keluarga. Mending uangnya untuk ngratis vaksin buat rakyatnya, itu lebih bermanfaat. Ke2 jelas tidak efektif kerja, malah pada menikmati wisata tidak kerja” – Zudhi (@Zudhi30066687), Mei 20, 2021

Buang Duit

“Zaman susah gini, bikin program buang2 duit”- Pasukan Cadangan (@ferdycta,) Mei 20, 2021

Modus Kerja

" Bancakan liburan bermodus kerja di tengah derita rakyat. Asuuuuuudahlah?” - @Oposan02, Mei 20, 2021

 Pemborosan

“Daripada pemborosan.. lebih baik dipakai buat bayar insentif nakes covid 19..”-  Velox et Exactus (@BarnazD), @Oposan02, Mei 20, 2021

Output Kerja Gak Tentu

"Operasional kantor dari listrik, air, pramubakti, dll.. mahal pak... Utk apa double, triple anggaran, atas hasil kerja yang belum tentu outputnya” - harie_bie (@harie_mhd), Mei 20, 2021

 Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Odo R.M. Manuhutu memastikan program WFB itu dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

 Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk meningkatkan rasa percaya wisatawan domestik sehingga mampu memulihkan perekonomian lokal.  Peningkatan rasa percaya publik domestik ini diharapkan dapat menciptakan dampak berganda bagi pemulihan perekonomian lokal.

“Setiap satu Rupiah yang dikeluarkan untuk perjalanan dinas ke daerah, termasuk Bali, akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal,” ujarnya.

 Lebih lanjut, dia juga mengatakan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran bantuan sosial (Bansos) untuk masyarakat pada masa pandemi ini sebesar Rp100 triliun.

 “Jadi tidak benar bahwa pemerintah hanya memfokuskan biaya perjalanan dinas ASN untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata tanpa mempertimbangkan kebutuhan sosial masyarakat secara umum,” ungkapnya. na