Atensi Sidodowo, Panglima dan Kapolri Kunjungi Lamongan

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat berada di Lamongan. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Kasus melonjaknya warga yang positif covid-19 di Desa Sidodowo Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan karena klaster hajatan, mendapatkan atensi dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Orang nomor satu di TNI dan Polri itu, Kamis (10/4/2021) sore, bersama kepala BNPB  mengunjungi Kabupaten Lamongan, untuk memastikan  segala pencegahan dan penanganan Corona di Sidodowo berjalan dan tetap mengedepankan protokol kesehatan. 

Kunjungan ini diawali dengan pemaparan oleh tim Satgas Covid-19, dan pengarahan Panglima dan Kapolri atas kasus di Sidodowo di Pendopo Lokatantra, secara tertutup dan awak media tidak diperkenankan masuk.

Hadir dalam kunjungan Panglima TNI dan Kapolri adalah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, dan bertindak sebagai tuan rumah bupati Yuhronur Efendi, dan Wabup KH. Abdul Rouf.

Usai memberikan pengarahan, Panglima TNI dan Kapolri selanjutnya melihat dari dekat proses vaksinasi, dan keduanya sempat bercengkrama dengan warga setempat yang menunggu giliran untuk divaksin, sebagai pencegahan agar tidak sampai tertular di covid-19.

Usai mengecek vaksinasi, Panglima TNI dan Kapolri memimpin apel bersama TNI-Polri Satgas Covid -19 di Alun-alun Lamongan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang bertindak sebagai Inspektur Upacara mengatakan sudah 1,5 tahun ini aparatur TNI-Polri, dan pemerintah secara bersama-sama bekerja dan melakukan pengabdian untuk menekan laju perkembangan covid-19. 

"Kita semua bersama-sama berjuang dan bekerja menghadapi perkembangan lanjut covid-19, sampai saat ini kita terus berupaya menekan laju pertumbuhan covid-19, semoga pengabdian kita ini menjadi amal kebaikan kita semua," ujarnya.

Untuk mengurangi laju covid kata Kapolri, ia meminta TNI-Polri untuk terus mengkampanyekan kepada masyarakat menerapkan 3 M dan penerapan PPKM, dan menertibkan masyarakat agar selalu memakai masker dalam beraktivitas. "Karena saat ini kecenderungan masyarakat memakai masker mulai berkurang, karena sudah mulai jenuh, karena itu kami minta rekan-rekan sebagai garda terdepan untuk mengingatkan dan menertibkan," pinta Kapolri.

Saat ini lanjut Kapolri negara terus melakukan vaksinasi kepada masyarakat, target 1 juta vaksin dalam sehari secara nasional terus dilakukan. Namun target tersebut belum memenuhi, karena sehari baru bisa memvaksin sejumlah 550 ribu masyarakat. "Karena belum terpenuhi target vaksin, saya minta TNI-Polri yang ada di daerah untuk terus memobilisir massa agar ikut vaksin,  beri himbauan untuk mengajak masyarakat ikut vaksin. Jaga sinergitas dan soliditas rekan di lapangan karena anda adalah pilar-pilar garda terdepan di lapangan," pesan Kapolri.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam jumpa pers meminta jajarannya bersama Polri bersama-sama pemerintah daerah untuk bahu membahu, ikut melakukan upaya menekan angka penyebaran covid-19 di Sidodowo dan umumnya di Lamongan. "Kalau ditemukan warga yang positif langsung dilakukan penanganan khusus, dan dilakukan Isolasi, penyediaan  logistik termasuk obat-obatan sehingga dalam waktu dekat cluster yang ada di desa Sidodowo sudah bisa teratasi termasuk dengan kasus positif yang ada di kabupaten Lamongan.

" Kami minta juga dilakukan tindakan yang tepat dan terukur sehingga harapan kedepan kasus aktif juga segera bisa tertekan, dan apa yang dilakukan oleh bapak Bupati dan seluruh forkompinda termasuk TNI dan polri, tiga pilar sudah dilaksanakan dengan baik untuk mengendalikan kasus covid yang ada di kabupaten Lamongan," jelasnya.

Pihaknya juga mengingatkan kepada Bupati dibantu oleh Dandim dan Kapolres untuk tetap menjaga proses dengan mengingatkan kepada seluruh warga untuk tetap menggunakan masker dan mematuhi prokes. "Saya sampaikan juga perbanyak tracing sehingga kita memiliki deteksi dini apabila terjadi ancaman yang datang baik dari luar atau memang dari dalam adanya kasus positif covid," katanya.

Ia juga meminta agar terus meningkatkan monitor dan evaluasi dengan meningkatkan fungsi dari PPKM, sehingga dalam hal ini Bupati kadinkes TNI-Polri bisa memonitor angka positif setiap hari termasuk juga angka kesembuhan angka kematian, dan apa yang harus dilakukan. jir