Awal Mei, Banyuwangi Mulai Terapkan GeNose

Warga menunggu antrian tes covid-19 dengan GeNose. Diharapkan dengan adanya GeNose dapat meringankan masyarakat yang ingin bepergian tidak mengeluarkan biaya besar untuk tes.

 

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Penerapan GeNose di beberapa titik transportasi di Jatim telah dilakukan di beberapa wilayah. Jika tidak ada halangan, Banyuwangi juga akan melakukan hal serupa.

Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Perhubungan setempat mempersiapkan opsi penggunaan GeNose sebagai detektor covid-19 di beberapa titik transportasi di Banyuwangi.

Hal ini dilakukan guna memberikan keringanan kepada masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dengan jalur laut maupun udara. Dengan adanya GeNose nanti, masyarakat tak perlu merogoh kocek terlalu dalam.

Penerapan GeNose di titik transportasi merupakan arahan dari Kementerian Perhubungan terkait pengaturan perjalanan orang di dalam negeri. Terutama tentang alat deteksi covid-19 selain rapid test antigen dan tes PCR yakni dengan lata GeNose.

“Provinsi Bali sudah siap, tinggal menunggu dari Pemkab Banyuwangi. Satgas covid-19 Banyuwangi juga sudah siap mendukung. Tinggal bagaimana teknisnya nanti dipersiapkan,” kata Plt Kadishub Banyuwangi Dwi Yanto, Jum’at (16/4).

Ia menambahkan, terkait hal itu (penerapan GeNose di titik transportasi) pihaknya sudah menggelar  rapat bersama dengan sejumlah stakeholder terkait, diantaranya Bandara Banyuwangi, ASDP Ketapang, KKP Tanjungwangi dan Dinas Kesehatan.

Untuk sementara, dari keterangan EGM Bandara Banyuwangi, penerapan GeNose di Bandara akan mulai dilakukan pada 1 Mei nanti. Hal itu sesuai dengan ketentuan dari Angkasa Pura 2. Sedangkan untuk pelabuhan ASDP Ketapang, masih menanti hasil rapat dengan Satgas COVID-19 Banyuwangi.

Sementara itu, Penyeberangan Ketapang - Gilimanuk juga bakal menggunakan GeNose untuk mendeteksi COVID-19. Pemberlakuan alat buatan dari UGM tersebut diperkirakan bisa dilakukan pada bulan Mei 2021.

Plt General Manager PT ASDP Ketapang, Eddy Hermawan membenarkan bahwa tak lama lagi GeNose sudah bisa digunakan di Pelabuhan Ketapang. ASDP akan menggandeng pihak ke tiga untuk mempersiapkan teknis penerapan GeNose. Mulai dari laboratorium, tenaga medis hingga alat yang digunakan untuk memeriksa para calon penumpang.

"Untuk penumpang dan sepeda motor nanti bisa dilakukan di sisi utara pelabuhan. Untuk kendaraan nanti bisa di Terminal Sritanjung," kata Eddy kepada wartawan.

Eddy menambahkan, dirinya berupaya agar nantinya tarif GeNose bisa lebih murah dari tempat lainya. Dia akan melakukan negoisasi harga dengan pihak penyelenggara. Dengan harapan tarif GeNose yang murah bisa memicu pengguna moda transportasi kapal laut ke Bali kembali meningkat.

"Di kita kemungkinan perhari disediakan sampai 6.000 orang jatah untuk GeNose. Buka 24 jam nonstop. Kalau melihat nilainya kan cukup besar, jadi saya harap harganya bisa lebih murah," pungkasnya.